news

Pemkot Surabaya Blunder, PDAM Jadi Korban

Senin, 9 Maret 2020 | 15:37 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Kembali lagi Pemkot Surabaya melakukan Blunder terkait masalah matinya air di sebagian wilayah Surabaya.


" Pemkot tidak pernah belajar dari kejadian sebelum-sebelumnya," ujar Mahfudz Anggota DPRD Surabaya dari Fraksi PKB (Minggu, 8/2/20)


Ditemui saat jumpa dengan masyarakat Sawahan, Mahfudz juga menceritakan apa yang sudah dilakukan Pemkot Surabaya terkait masalah kebocoran air saat pembangunan Alun-alun bawah tanah jalan Yos Sudarso.


Menurutnya, saluran bawah tanah itu tidak sembarangan. maka dari itu kedepannya Pemkot Surabaya sebelum memberi ijin sebuah proyek harus berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terkait.


Mahfudz juga menyayangkan pernyataan Agus Hebi Djuniantoro Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Pemkot Surabaya yang menghimbau agar masyarakat 'mengambil Hikmah' terkait matinya PDAM karena sebagai bentuk penghematan.


" Kita tidak perlu diajari ilmu hikmah, masyarakat wes terlalu akeh berhikmah. Ngawur iku pak Hebi ! ujarnya.


Dalam waktu dekat Mahfudz bersama komisi B DPRD Kota Surabaya akan berinisiatif memanggil PDAM dan Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Pemkot Surabaya untuk mencegah kejadian matinya air akibat keteledoran ini tidak terjadi kembali.


" PDAM sudah baik dalam menjalankan fungsinya sekaligus dalam penanganan air mati," ujar mahfudz.


Dalam hal ini, masyarakatlah yang paling dirugikan.


" Masyarakat punya hak untuk menuntut Pemkot Surabaya dan kontraktornya. PDAM dalam hal ini adalah korban," Tegas Anggota komisi B ini. (BNW)

Tags

Terkini