Baca Juga: Pemkab Nias Utara Audensi dengan Menteri Kelautan Dan Perikanan RI
Dari hasil penelusuran awak media, diketahui bahwa di SMPS BNKP Hilimaziaya tidak memiliki penjaga sekolah, dan juga tidak ada lampu listrik. Setelah dikonfimasi kepada kepala sekolah Niat Terima Gea, kepada awak media dijelaskan bahwa sekolah tidak mampu untuk membayar gaji penjaga sekolah.
Kita tidak mampu membayar gaji penjaga sekolah, kita hanya mampu membayar sebesar Rp 400 ribu/ bulan. Dan mengenai lampu listrik, dulu ada tapi akhir-akhir ini sudah diputus karena rencana meterannya kita ganti dari meteran biasa menjadi meteran prabayar, jelas Niat Terima. Sementara informasi dari salah seorang guru yang namanya enggan disebut menjelaskan bahwa meteran arus listrik dicabut sejak bulan November 2019 oleh karena adanya tunggakan pada pembayaran rekening listrik.
Kejadian kehilangan di SMPS BNKP Hilimaziaya, ketika dikonfirmasi kepada Kapolsek Tuhemberua AKP Ibe Harefa via pesan WhatsApp, pada Rabu (29/1/20) menjelaskan bahwa untuk kehilangan delapan unit laptop dan satu unit infocus, kita sudah menerima laporan melalui Dumas.
Mengenai kasus yg dilaporkan melalui Dumas pada tahun 2019 di SMPS BNKP Hilimaziaya yang kehilangan Laptop dan infokus masih dalam penyelidikan, dan yang menjadi hambatan untuk mengungkap kasus tersebut yaitu tidak adanya peran dari masyarakat disekitar utk memberikan informasi pada saat ditemui petugas di lapangan.
Sementara mengenai kasus yang barusan terjadi pada Desember 2019 belum ada laporan secara resmi dari pihak sekolah namun personil polsek sudah cek TKP, jelas Kapolsek.
Hingga berita ini dilansir, awak media berupaya mengkonfirmasi kepada ketua yayasan BNKP terkait masalah kehilangan yang sudah dua kali terjadi di SMPS BNKP Hilimaziaya.
Ibezanolo Zega