Baca Juga: Peduli Sesama, Personel AAL Donorkan Darah Diperayaan Natal Gabungan TNI AL
Di ruang kedatangan Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre, Rudi beserta rombongan terlihat sedang memantau proses pemeriksaan penumpang yang baru tiba dengan thermal scanner.
Rudi menyampaikan bahwa alat Thermal Scanner yang terpasang di ruang kedatangan hanya sebagai alat pendeteksi dini bagi penumpang. Jika ada penumpang yang terdeteksi suhu badan diatas 38 °, akan dikarantina dan dilakukan pemeriksaan di rumah sakit yang telah dituju oleh pemerintah.
"Alat ini (Thermal Scanner), harus dibantu dengan alat lainnya. Jadi alat ini hanya mendeteksi jika ada yang dicurigai suhunya di atas 38 derajat Celcius maka akan digunakan juga alat manual. Jika hasilnya sama maka akan dibawa ke Rumah Sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” paparnya.
Ratusan Wisatawan antri di ruang kedatangan Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre
Kabid Pengendaian Karantina Surveilans Epidemologi (PKSE) Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam, dr. Romer Simanungkalit, mengintensifkan sosialisasi kepada petugas untuk mengenali gejala virus corona.
Menurutnya, jika terdeteksi ada virus masuk, ia meminta petugas melaporkannya kepada pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan.
"Ciri-ciri umum orang yang terjangkit Virus Corona ialah suhu tubuh di atas 38 derajat, Penderita juga mengalami gejala umum, seperti batuk, demam dan sesak napas," terangnya.
BP Batam, menunjuk Rumah Sakit Embung Fatimah, Rumah Sakit Badan Pengawasan Batam serta Asrama Haji juga akan difungsikan sebagai ruang isolasi terdekat, bagi yang terjangkit Virus Corona.
Anton Zagoto