news

SMPS BNKP Hilimaziaya Kembali Dibobol Maling

Kamis, 23 Januari 2020 | 11:11 WIB
Nias Utara, NAWACITA - Belum setahun SMPS BNKP Hilimaziaya kehilangan delapan unit komputer dan satu unit infocus. Masalah kehilangan tersebut sudah dilaporkan kepada pihak Polsek Tuhemberua melalui pengaduan masyarakat (Dumas) dan menjadi PR kepada pihak penegak hukum.

Saat ini kembali terdengar masalah kehilangan satu unit monitor server yang sangat dibutuhkan jelang ujian nasional berbasis komputer.
Baca Juga: Warga Dusun II Desa Tetehosi Maziaya Sitolu’ori, Harapkan Perhatian Pemda

Dikonfirmasi kepada kepala sekolah SMPS BNKP Hilimaziaya Niat Terima Gea di sekolah baru-baru ini, ia mengakui bahwa benar telah terjadi kehilangan satu unit monitor.

"Benar, sudah terjadi kehilangan monitor, kehilangan tersebut diduga terjadi pada saat libur bulan Desember kemarin, jelas Niat Terima. Ditambahkannya, sebenarnya monitor server itu sangat penting jelang ujian nasional berbasis komputer nanti, dan saya kurang tau kenapa bisa terjadi padahal sudah kita pasang anti maling, baik di pintu maupun di jendela", jelas Kepala Sekolah.

"Kejadian sebelumnya saat kehilangan laptop dan infocus, maling membobol pintu yang sudah kita pasang anti maling. Kali ini maling lewat jendela belakang yang juga sudah kita pasang anti maling. Saya juga kurang tau apa mereka tidak suka dengan saya? Kalau memang tidak suka, saya siap mengundurkan diri", keluh Niat Terima.

gedung SMPS BNKP Hilimaziaya, Nias Utara

Dari pantauan awak media, diketahui sebelumnya bahwa pihak PLN telah memutus kabel arus listrik dan menyita meteran lampu sehingga pada malam hari tampak sekolah tersebut gelap gulita karena tidak ada lampu, sehingga dengan mudah maling membobol sekolah tersebut, karna agak jauh dari permukiman penduduk; ditambah lagi karena tidak ada penjaga sekolah.

Saat dikonfirmasi kepada Niat Terima masalah putusnya arus listrik dan tidak adanya penjagaan sekolah, ia jelaskan bahwa arus listrik dicabut, karena meterannya diganti menjadi meteran prabayar, sementara untuk penjaga sekolah belum kita dapat karna kita hanya mampu bayar penjaga sekolah Rp 400 ribu/ bulan.
Baca Juga: DPD IPK Kabupaten Nias Utara Kunjungi Keluarga Korban Kebakaran Rumah

Salah seorang guru di sekolah tersebut yang namanya enggan disebut, kepada awak media menjelaskan bahwa meteran lampu sudah ditarik sejak bulan November 2019 karena belum membayar tunggakan listrik.

Masalah pemutusan arus listrik saat dikonfirmasi kepada area manager PLN Darwin Simanjuntak, via whatsApp ia jawab "Bang silahkan aja pihak dari sekolah datang ke kantor ULP Gunung Sitoli, menanyakan kenapa diputus. Kalau memang merasa pihak sekolah tidak tahu".

Ketua komite sekolah Torotodo Zega via pesan singkat, Kamis (23/1/20) Torotodo mengatakan bahwa masalah kehilangan monitor disekolah belum diketahui.

"Saya juga baru dengar, perlu dijejaki kebenarannya. Kalau memang demikian terus berarti sekolah kita itu semakin tidak baik, reputasi pemimpinnya, itu kita sayangkan. Belum selesai masalah timbul lagi masalah baru, masa rekening listrik aja tidak terbayar dengan adanya pembongkaran dari PLN, dan itu sudah nambah masalah lagi", kata Torotodo.

Ditambahkan, masalah ini tentu tanggung jawab Yayasan, kita sebagai komite menunggu saja bolanya. Saya prediksi sekolah kita itu kedepan semakin lama kelamaan pasti kena teguran atau dievaluasi oleh pemerintah atau dinas terkait. Padahal SMPS BNKP Hilimaziaya adalah termasuk sekolah tertua di Nias utara, dan banyak alumni yang sudah berhasil disana, terang Torotodo.

Salah seorang warga Hilindruria Romel Zega menyayangkan kejadian kehilangan tersebut. Ia berharap kiranya pihak yayasan segera mengambil langkah untuk mengevaluasi kinerja kepala sekolah.

Ibezanolo Zega

Tags

Terkini