Pada pertemuan singkat yang berlangsung kurang lebih 30 Menit tersebut, Kepala LPP RRI Gunungsitoli menyampaikan tentang program LPP RRI, diantaranya Program Dialog Interaktif dan Program Dialog Tanggap Bencana.
Baca Juga: Wabup Nias Arosokhi Waruwu, Bangga atas ASN dan OPD Berprestasi
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Nias memberi apresiasi dan berharap bahwa LPP RRI Gunungsitoli, kiranya dapat kerjasama dengan Pemda Kabupaten Nias, sehingga masyarakat juga terbantu untuk mengakses secara lebih dekat kegiatan-kegiatan pembangunan yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Nias.
“Saat ini, berkembang isu bahwa Pemerintah Kabupaten Nias tidak melakukan apa-apa. Melalui program dialog yang difasilitasi oleh RRI Gunungsitoli, hal tersebut dapat menjawab keraguan dan pertanyaan yang beredar ditengah masyarakat", harap Wakil Bupati.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati juga menyampaikan bahwa di wilayah Kabupaten Nias awalnya 9 Kecamatan dan tahun 2012 menjadi 10 kecamatan. Diantara 10 kecamatan tersebut, ada 3 kecamatan yang merupakan daerah tersisolir yang tidak dapat ditempuh oleh kendaraan roda 2 maupun roda 4.
"Saat ini semua kecamatan di Kabupaten Nias khususnya di 3 kecamatan yakni, Ulugawo, Somolo-molo dan Mau, sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda 2 maupun roda 4".
Arosokhi juga menyampaikan beberapa hal menyangkut potensi pariwisata di wilayah kabupaten Nias. Diantaranya Pantai Tagaule sebagai destinasi wisata pantai yang pembangunan sedang diupayakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Nias. Pemandian Air Panas Mbomboaukhu yang sudah mulai menggeliat dan sekarang telah dilakukan pengeboran dalam kerjasama dengan Institut Tekhnologi Bandung.
"Tahun 2021, fasilitas umum di lokasi permandian air panas Mbomboakhu dapat selesai dan masyarakat dapat menikmatinya", harap Arosokhi.
Jurdil Laoli (Nawacitapost, Kabupaten Nias)