news

BI : Ekonomi RI Tidak Ngaruh dengan Konflik Iran dan AS

Sabtu, 11 Januari 2020 | 10:58 WIB
Jakarta, NAWACITA- Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan bahwa ketegangan konflik yang terjadi antara Iran-AS dalam beberapa waktu terakhir tidak berdampak secara signifikan pada perekonomian di Tanah Air.

"Kami tidak melihat dampak dari apa yang terjadi. Peningkatan (Konflik Iran dan AS) ini, kami sebut ini bagian dari risiko geopolitik global," ujarnya di Jakarta, Jumat (10/1).

Ia melanjutkan konflik tersebut juga tidak mempengaruhi nilai tukar rupiah. Menurut Perry, hal tersebut dapat dibuktikan dari nilai kurs mata uang garuda yang terus menguat, dan bergerak sesuai fundamental.

"Terbukti dari apa? Premi risiko dalam bentuk CDS (Credit Default Swap) itu yang juga terus menurun," tutur dia.

Tidak hanya itu, Perry menyatakan bahwa BI juga akan terus memantau berbagai perkembangan global secara berkelanjutan. Ia mengatakan perkembangan hubungan dagang antara AS dan China membuat pertumbuhan perekonomian global berjalan ke arah positif.

Baca Juga : Kejaksaan Agung Minta Imigrasi Cegah 3 Karyawan BUMN ke Luar Negeri


"Dan alhamdulillah perkembangan yang sudah positif adalah hubungan dagang antara AS dan China yang dalam waktu dekat akan ada penandatanganan kesepakatan," terang dia.

Berdasarkan paparan Perry, penandatanganan kesepakatan antara AS dan China yang rencananya diadakan pada 15 Januari diharapkan dapat membawa dampak yang positif bagi perekonomian global secara menyeluruh.

Perry mengatakan bahwa ekonomi dunia akan mengalami peningkatan menjadi sekitar 3 persen sampai 3,1 persen. Angka tersebut meningkat dari perkiraan tahun lalu yang hanya sebesar 2,9 persen.

"Dan tentu saja juga dengan kesepakatan perdagangan dengan AS dan Tiongkok, maka akan memberikan peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan juga memberikan persepsi risiko yang positif bagi aliran modal asing ke dalam negeri," tutur Perry.

Tags

Terkini