news

Cerita Ahok Soal Impor BBM dan Harga BBM

Selasa, 7 Januari 2020 | 09:53 WIB
Jakarta, NAWACITA- Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mulai mengkritisi sejumlah kondisi di tubuh pelat merah migas terbesar di Indonesia tersebut.

Ahok menceritakan beberapa permasalahan terkait soal impor BBM dan juga harga BBM.

Pertama, Ahok menyebut soal penurunan harga BBM non subsidi. Ia mengapresiasi kinerja tim di tubuh Pertamina, namun ia juga mengakui bahwa perubahan harga tersebut termasuk telat. Mengingat, SPBU asing seperti Shell dan kawan-kawan sudah mulai turunkan harga per 1 Januari 2019.

Curhat Ahok berlanjut, menurutnya soal harga BBM ini ada yang sedang menjadi fokus perhatiannya yakni soal efisiensi. Misal soal kondisi jetty atau dermaga yang menurutnya sengaja dibiarkan rusak.

Baca Juga : UEA Investasi Senilai US$ 20 Miliar ke Indonesia


"Jetty dibiarkan rusak agar sewa kapal jadi lama, kena denda. Ke depan harus tekan lagi harganya," ujarnya, Selasa (07/2020).

Hal ini, kata dia, membuat hitungan harga BBM tidak efisien. "Tidak efisien dan bebankan ke konsumen," katanya.

Soal impor minyak dan BBM, ia juga mengkritik soal kontrak yang berlangsung antara Pertamina dan pemasok selama ini. Ia menyayangkan, kontrak yang diteken rata-rata dalam jangka pendek.

"Pendek, 3-6 bulan, mayoritas dari Singapura yang masuk," kata dia.

Sebagai komisaris utama, ia juga mengaku punya keterbatasan untuk bergerak di Pertamina. "Komut agak sulit untuk cepat," ujarnya.

Ahok mengungkapkan bahwa mafia migas yang sering-sering disebut oleh Presiden Joko Widodo memang masih ada.

Tags

Terkini