Jakarta,NAWACITA- Menuju waktu penyelenggaraan Munas Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) yang tinggal menghitung hari yakni tanggal 23- 25 Agustus 2019 di Bogor,Jawa Barat, sejumlah pendapat soal sosok calon ketua HIMNI mendatang mulai bermunculan. Salah satunya dari Yusman Ziliwu, Ketua DPD HIMNI Jawa Barat.
Menurut Yusman,salah satu yang jadi kekhawatiran Munas kali ini adalah belum adanya figur calon ketua umum yang mendeklarasikan diri untuk maju. Hal ini perlu bagi peserta Munas agar sang calon dikenali dari awal dan bukan bagai membeli kucing dalam karung.
Untuk organisasi sebesar HIMNI,kata Yusman, dibutuhkan sosok yang berani tampil dan berani mengambil tanggungjawab. Berbeda dengan ketua paguyuban atau arisan yang main tunjuk saja atau didorong dorong baru mau. HIMNI dengan 24 DPD Provinsi dan 129 DPC kabupaten kota tidak boleh dipimpin oleh orang yang terpaksa apa lagi dipaksa.
“Itu sangat tidak baik untuk pendewasaan berorganisasi dan pengkaderan kepemimpinan Ono Niha kedepan,”jelas Yusman.
Yusman menambahkan, para calon ketua umum jangan hanya bertemu dan rapat tertutup secara rahasia saja. Tapi ini waktu yang tepat untuk mendeklarasikan dirinya jadi calon ketua umum. Sebab,lanjut Yusman,kalau hanya mau coba-coba atau setengah hati itu bukan pemimpin yang hebat.
“Kami pada Munas yang lalu jauh sebelum munas sudah ada pemberitahuan calon yang siap dan itulah pak Marinus Gea ketua umum saat ini. Keberanian itu menandakan kesiapan dan kemampuan beliau memimpin. Jadi sekarang saatnya yang ingin maju ke bursa ketum untuk mendeklarasikan diri. Siap bertarung dengan segala konsekwensinya,”kata Yusman Ziliwu.
Yusman berharap, dari beberapa DPD sudah jelas siapa calon ketua umum minggu ini sehingga tidak tiba-tiba disodorkan di arena Munas dan tanpa persiapan visi misi yang mencerminkan apa dan bagaimana dia memimpin HIMNI empat tahun yang akan datang.
”Sepakat bagi calon ketua umum yang mendeklarasikan diri lebih awal akan menjadi catatan bagi pengurus DPD dan DPC untuk didukung pada hari H pemilihan nanti,”pungkas Yusman.