news

Pemerintah Terus Tingkatkan Kualitas PNS Hadapi Era Digitalisasi

Sabtu, 27 Juli 2019 | 12:18 WIB
Jakarta, NAWACITA - Pemerintah memacu kecepatan peningkatan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Aparatur Sipil Negara (PNS) untuk pembentukan generasi Smart ASN demi terwujudnya birokrasi berkelas dunia. Generasi ini juga diharapkan dapat mengantisipasi tantangan disrupsi era revolusi industri 4.0.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin mengatakan, digitalisasi birokrasi akan menciptakan pelayanan masyarakat yang semakin optimal, efisien, dan cepat.

"Smart ASN akan menjadi digital talent dan digital leader seluruh lini terdepan pelayanan pemerintahan," seru dia lewat sebuah keterangan tertulis, Kamis (25/7/2019).

Menurut Syafruddin, tantangan dan hambatan yang dihadapi PNS dijadikan sebagai kekuatan dan peluang untuk mendorong Visi Indonesia 2045, dengan berfondasi pada transformasi digitalisasi birokrasi yang lebih memudahkan akses pelayanan kepada masyarakat.

"Praktik birokrasi yang berbelit dan lamban dipangkas, kinerja birokrasi lebih efisien, fleksibel dan adaptif, serta meluaskan semangat perubahan kerja yang kreatif, inovatif dan berdaya saing," sambungnya.

Selanjutnya, ia mengutaralan, generasi Smart ASN dibentuk sejalan dengan prioritas pembangunan sumber daya manusia (SDM) serta grand design reformasi birokrasi nasional. Kebijakan strategis pembangunan SDM ASN bertumpu pada reformasi manajemen ASN dalam UU Nomor 5/2014 tentang ASN, PP Nomor 11/2017 tentang Manajemen PNS, dan PP Nomor 49/2018 tentang Manajemen PPPK.

Dilansir Liputan6, Kebijakan terkait Manajemen ASN meliputi perencanaan ASN searah pembangunan nasional dan potensi daerah, kemudian rekrutmen dan seleksi berbasis komputer dan online, pengembangan kompetensi melalui pendekatan pembelajaran ASN Corporate University, penilaian dan penghargaan kinerja, sistem merit dalam promosi mutasi dan rotasi, dan peningkatan kesejahteraan melalui reformasi sistem gaji, tunjangan, fasilitas, serta jaminan hari tua.

Lebih jauh, Menteri Syafruddin menjelaskan, Indonesia berada di peringkat ke-77 dari 119 negara dalam Global Talent Competitiveness Index. Untuk perbaikan indeks ini, struktur ideal ASN perlu didukung manajemen talenta nasional yang dikembangkan untuk menempatkan talenta terbaik pada jabatan strategis.

"Manajemen talenta institusional dari seluruh instansi diintegrasikan untuk membentuk talent pool nasional, untuk kemudian diselaraskan dengan manajemen talenta korporasi. Sehingga memungkinkan mobilisasi talenta lintas sektor, baik publik maupun privat, yang fokus dan prioritas mengungkit pembangunan pusat maupun daerah," tuturnya.

Terkini