Nias,NAWACITA-Seminar Nasional yang dilaksanakan di Kabupaten Nias, Sumatera Utara terlaksana dengan baik. Tema yang diusung dalam seminar ini adalah "Unity in Diversity: Model Pemberdayaan tokoh agama dalam menghilangkan paham radikalisme guna menciptakan harmoni sosial dan integrasi nasional".
Seminar terlaksana atas kerja sama tim peneliti Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali, BKAG Kabupaten Nias, FKUB, STT Pelita Kebenaran Medan, dan BNKP Jemaat Sirete. Peserta berjumlah sekitar 200 orang yang terdiri dari tokoh-tokoh agama, BKAG, FKUB, Anggota DPRD Nias, PGI, PGPI, PGLII, GNKP, akademisi, dan anggota masyarakat dari berbagai agama.
Dalam paparannya, Dr. Dermawan Waruwu, S.Th., M.Si selaku Ketua Tim Peneliti mengatakan seminar itu bertujuan untuk menerapkan model pemberdayaan tokoh agama melalui dialog antara tokoh-tokoh agama. Peranan tokoh agama sangat strategis dalam menghilangkan paham radikalisme yang sudah menyebar di tengah masyarakat.
Dr. Dermawan menambahkan bahwa materi seminar ini merupakan hasil penelitian skema penelitian terapan hibah dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Adapun anggotanya dosen Undhira yaitu Dr. dr. Made Nyandra, Sp.KJ., M.Repro., FIAS dan Dr. Ni Made Diana Erfiani, S.S., M.Hum. Undhira Bai terakreditasi B dan memiliki 15 program studi serta banyak diminati oleh mahasiswa yang berasal dari 28 provinsi di Indonesia.
Doktor Dermawan Waruwu yang merupakan putra Nias memiliki perhatian serius terhadap generasi muda (lembaga pendidikan), keluarga, lembaga agama, dan lembaga pemerintah agar tidak terpapar paham radikalisme. Hal inilah yang mendorong memilih Nias sebagai tempat pelaksanaan seminar nasional tersebut.
Tujuan utama dalam seminar ini adalah mencegah dan sekaligus menghilangkan paham radikalisme agar tidak berkembang di Indonesia. Salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut dengan memberdayakan tokoh agama agar pengajaran nilai-nilai agama di tempat ibadah maupun ceramah keagamaan tidak bertentangan dengan UUD 1945, ideologi Pancasila, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka panitia menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, antara lain: Pdt. Dr. Tuhoni Telaumbanua, Ph.D (Ephorus BNKP), AKBP. Deni Kurniawan, S.IK., M.H (Kapolres Nias), Pdt. Dr. Suardin Gaurifa, M.Th (Akademisi dan Dosen STT Pelita Kebenaran Medan), dan Dr. Dermawan Waruwu, S.Th., M.Si (Akademisi dan Dosen Universitas Dhyana Pura Bali).(Kontributor Salatieli Daely)