news

Menaker Sambut Positif Tawaran Kerjasama Rumania Tenaga Pertanian Indonesia

Rabu, 24 Juli 2019 | 15:41 WIB
Jakarta, NAWACITA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri menyambut positif tawaran kerja sama pada bidang penempatan tenaga kerja berketerampilan spesifik, khususnya bidang pertanian untuk bekerja di Rumania.

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan Courtessy Call (kunjungan kehormatan) Menaker Hanif dengan Dubes RI untuk Rumania Amhar Azeth di kantor pusat Kemenaker, Jakarta Selatan, Selasa, 23 Juli 2019.

"Ini merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja Indonesia di Rumania, khususnya tenaga kerja di bidang pertanian, " kata Hanif.

Dilansir dari Med.co.id, Hanif mengungkapkan, kedua negara akan memperoleh keuntungan dalam kerja sama tenaga terampil bidang pertanian tersebut. Selaku pengirim tenaga terampil, Indonesia akan memeroleh keuntungan berupa kesempatan dan pengalaman kerja bagi tenaga kerja Indonesia.

Sementara di sisi lain, Rumania membutuhkan tenaga kerja bidang pertanian untuk membangun negaranya, sehingga terbangun mutual benefit.

Dari kesepakatan pertemuan Dubes dengan Menaker, pihak Kedubes Indonesia di Rumania akan segera memberikan draft penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai lazimnya proses kerja sama antar negara.

“Setelah itu, baru kita cermati dan menyampaikan tanggapan terhadap draft MoU yang sudah disepakati, “ katanya.

Dubes Amhar Azeth mengatakan ajakan pihaknya kepada Kemenaker selaku regulator dilatarbelakangi banyak negara Balkan sangat membutuhkan para tenaga ahli bidang pertanian. Sejauh ini, pengiriman pekerja migran ke negara Balkan masih bersifat parsial dan individual.

"Makanya, tadi kita kordinasi dengan Pak Menteri membantu mendorong agar tenaga kerja profesional Indonesia bisa banyak hadir di sana, " kata Amhar Azeth.

Amhar mengaku setelah pihaknya melakukan kordinasi dengan Kemenaker, pihaknya akan segera menyiapkan piranti lunak untuk pengiriman tenaga kerja terlatih pada bidang pertanian tersebut. (Ant)

Terkini