news

Kekurangan Ekonomi, Seorang Guru Honorer Nyambi Jadi PSK

Rabu, 17 Juli 2019 | 17:08 WIB
NAWACITA- Praktik PSK berbagi kamar ini juga diungkap oleh Mawar (nama samaran), di hotel berbintang yang lain.Menurutnya itu lebih baik daripada harus mendatangi tamu ke hotel.Selain berisiko kena tipu, akan keluar juga biaya untuk transport,Mawar mengaku seorang honorer yang bekerja di pemerintahan.

Penghasilan kecil, ditambah statusnya janda dan punya tanggung jawab pada satu anak, membuatnya jadi terjun ke bisnis esek-esek ini.Sudah hampir setahun dia menjalaninya.

"Kalau dulu saya nungguin pesanan dari tamu. Jadi di mana mereka nginap, saya ke sana. Kalau sekarang ada yang order saya minta aja datang ke sini," tuturnya.

Mawar juga menyebut harus memilih di hotel berbintang karena tidak mau lagi terulang kejadian dulu.

"Pernah sekali diangkut Satpol PP waktu nginap di hotel melati," ungkapnya.

Pengalaman tak sedap itu membuatnya lalu mengajak temannya seprofesi untuk pindah ke hotel berbintang.Mereka selalu pindah dari hotel yang satu ke hotel yang lainnya.

"Kadang cuma dua malam, sudah itu pindah ke hotel yang lain. Biar nggak terlalu dicurigai," ujarnya.

Mawar mengatakan dalam memilih kamar hotel memilih yang tarifnya di bawah Rp 500 ribu.

Modus baru yang dilakukan PSK online di Jambi yakni berbagi kamar hotel untuk melayani pelanggan.Para PSK ini menggunakan satu kamar hotel yang digilir 2-3 orang PSK untuk melayani tamu mereka.Untuk biaya akan mereka bagi sama-sama.

Namun ada kalanya biaya itu tak dibagi rata, karena yang punya tamu lebih banyak akan berpartisipasi lebih banyak juga.

 

 

 

 

Tags

Terkini