news

Pariwisata Kota Tua, Pemprov DKI Diminta Tiru Malioboro

Selasa, 16 Juli 2019 | 15:29 WIB
Jakarta, NAWACITA - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Perwakilan DKI Jakarta memberikan kontribusi antar lembaga di wilayah Pemprov DKI Jakarta dapat meningkatkan kualitas dalam sektor pariwisata di Kota Ibu Salah satunya adalah tempat wisata Kota Tua, Jakarta.

"Kami sangat peduli dengan kondisi Kota Tua, sebagai salah satu lokasi wisata di Jakarta, maka pihak-pihak terkait harus terlibat," kata Hamid di Yogyakarta, Senin (15/7) malam.

Dilansir Merdeka.com, Hamid mengundang perwakilan sektor DKI Jakarta untuk meminta bantuan Dinas Pariwisata Yogyakarta dapat menjadikan Malioboro sebagai salah satu ikon di kota para pelajar tersebut. Mengingat, jumlah wisatawan Yogyakarta di atas DKI Jakarta sebagai Ibu Kota negara, berdasarkan data 2018.

Dia menyebut selama ini hanya masyarakat yang mengenal kawasan Kota Tua sebatas Museum Fatahilah. Padahal, kawasan tersebut mencakup Sunda Kelapa, Pekojan hingga pecinan Glodok.

"Meminta ini bisa membangun kawasan wisata Jakarta yang berkualitas. Kita bisa belajar  

bagaimana Malioboro menciptakan branding yang bagus dan bisa menarik wisatawan untuk kembali ke sana," ucapnya.

Kepala Bidang sarana dan prasarana Bappeda Yogyakarta, Aris Prasena menyatakan saat ini posisi Malioboro sedang memperbaiki fungsinya dan revitalisasi sudah dilakukan sejak 2013.

"Kami ingin mengembalikan filosofi dari Tugu dan Malioboro. Jogja jadi orang tidak hanya datang untuk makan dan menikmati fasilitas. Hal itu yang jadi tantangan kami bagaimana membuat makna itu untuk pengunjung," ucapnya.

Selain itu, dia yang menghubungi pihaknya juga akan melakukan pembangunan kantong parkir dan penataan transportasi. Agar angkutan umum saja yang lewat depan Malioboro.

"Sekarang sudah mulai dicoba frontal, bebas PKL dan kendaraan setiap hari Selasa upah atau setiap 35 hari sekali. Untuk PKL menyiapkan tempat di bekas bioskop indra, tidak bisa dihilangkan tapi berhasil," jelasnya.

(Ant)

Terkini