news

Produksi Minyak RI Akan Bertambah 11.500 Bph

Sabtu, 13 Juli 2019 | 08:42 WIB
Jakarta, NAWACITA -Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, produksi minyak Indonesia akan bertambah sebesar 11.500 barel per hari (bph) seiring dengan beroperasinya lapangan minyak baru pada semester ke dua 2019.

Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi mengatakan, pada semester dua 2019 akan mulai pengoperasian empat lapangan minyak yaitu YY di Blok Offshore North West Java (ONWJ), Panen di Blok Jabung, dan Kedung Keris di Blok Cepu.

‎"Ini yang akan memberikan tambahan produksi minyak secara total sekitar 10.000 bph, mulai Kuartal IV 2019," kata Agung, dikutip dari situs resmi Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Tambahan prodiksi Minyak juga berasal dari Blok Merangin II, dengan produksi sekitar 1.500 bph dari produksi yang sudha beroperasi pada awal 2019.

Sedangkan untuk realisasi produksi minyak siap jual (lifting minyak) sampai semester pertama 2019 sebesar 752 ribu bph atau 97 persen dari target(Anggaran Pendapatan Belanja Negara/APBN).

Dia mengakui realisasi lifting masih belum mencapai target mengingat kemampuan cadangannya, namun  capaian ini telah didorong upaya optimalisasi serta pengembangan baru melalui pengeboran sumur baru, pengoperasian proyek baru, dan pemeliharaan yang optimal.

"Khusus untuk minyak, decline rate-nya bahkan dapat diminimalkan hingga 3 persen. Ini prestasi mengingat secara umum, decline rate alamiah rata-rata pada kisaran 15-20 persen untuk mayoritas lapangan mature di Indonesia," tandasnya.

Adapun 5 produsen migas atau Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS)  Terbesar, penyumbang 75 persen lifting minyak nasional selama semester pertama 2019 sebagai berikut:

1. Chevron Pacific Indonesia 194 ribu bph

2. Exxon Mobile Cepu Limited MCL 220 ribu bph

3. Pertamina EP 80 ribu bph

4. Pertamina Hulu Mahakam (PHM) 37 ribu bph

5. PHE OSES  29 ribu bph

 

Terkini