news

Ramai Video Penyiksaan Anjing Diduga di Solo, Ini Kata Wali Kota Rudy

Rabu, 10 Juli 2019 | 16:54 WIB
Solo,NAWACITA- Beredar video viral penyiksaan anjing yang disebut-sebut berlokasi di Kota Solo, Jawa Tengah. Dalam video berdurasi 30 detik itu, seorang pria terlihat mengambil seekor anjing dari kandang besi menggunakan besi pencapit.

Pria berpakaian abu-abu itu kemudian memukul moncong dan kepala anjing hingga tak bergerak lagi. Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo bereaksi atas beredarnya video viral penyiksaan anjing terebut. Dia memastikan video itu bukan diambil di Solo, melainkan dari daerah lain.

“Bukan. Itu ternyata bukan di Solo. Sepertinya di Pasar Tomohon (Sulawesi Utara). Saya dikirimi video itu dari Bu Wenny (Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kota Solo). Nah, untuk Solo sendiri, persoalan warung daging anjing itu kami masih mencari solusi,” kata pria yang akrab disapa Rudy kepada wartawan, Selasa 9 Juli 2019.

Rudy menyebut, belum mendapatkan laporan lebih lanjut terkait warung daging anjing. Sedianya, Dispertan KPP yang menyusun masukan itu sebagai dasar mengambil langkah lanjutan. Misalnya, cara dan proses yang tidak benar saat mengolah daging anjing dapat menjadi dasar.

“Solusinya masih dicari. Tapi enggak bisa langsung tutup grek. Saya rasa setelah kebijakan Karanganyar menutup warung daging anjing, jumlahnya sudah berkurang,” paparnya.

Rudy mengakui, banyak masyarakat yang memelintir rencana penerbitan Peraturan Wali Kota (Perwali). Lembaran tersebut salah satunya meminta pedagang untuk mengecek kondisi anjing yang akan disembelih, apakah bebas rabies atau sebaliknya.

“Kalau berpenyakit ya tidak boleh disembelih,” ucap Wali Kota Rudy.

Dia menjelaskan, penutupan tak bisa dilakukan tanpa regulasi. Terlebih, apabila pedagang itu diketahui tidak melanggar aturan apa pun.

“Kalau mau menutup ya harus pakai solusi. Ini soal pekerjaan orang, ngopeni anak bojo [memelihara anak dan istri]. Kalau ditutup apa dia bisa makan? Ya, harus ada pembinaan dan sebagainya. Mau melakukan apa saja harus ada solusinya. Beli tanah saja pakai kajian dan analisa, menutup warung juga harus ada solusi,” pungkas Rudy.

 

 

Tags

Terkini