news

Dorong Ekspor, Kementan Tingkatkan Daya Saing Peternak

Selasa, 9 Juli 2019 | 14:27 WIB
Jakarta, NAWACITA - Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian memfasilitasi usaha peternakan UMKM atau Unit Pengolahan Hasil (UPH) Peternakan di pameran peternakan Indo Livestock Expo & Forum 2019 untuk promosi ekspor. Pelaku usaha besar dan UMKM / UPH mendukung peternakan agar dapat meningkatkan kualitas dan produk peternakan yang dimilikinya untuk bersaing di pasar Internasional.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita menyebutkan, Kementan memfasilitasi usaha peternakan pada 2 (dua) Paviliun yaitu Pavilliun Ekspor Ternak dan Pavilliun UMKM / UPH pada pameran Indolivestock tahun ini. Ajang ini dapat menjadi wadah komunikasi usaha besar atau UMKM / UPH petambak yang mungkin kedepan dapat menjalin kerja sama dalam mengembangkan usaha mereka.

"Pavilliun UMKM / UPH Peternakan ini diharapkan dapat memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas dan memperbarui jaringan pemasaran sehingga siap bersaing di dunia internasional," kata Ketut dalam keterangan tertulis, Minggu (7/7).

Sementra itu, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Produk Peternakan yang menyediakan 13 UPH Peternakan yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, DI. Yogyakarta, dan Riau yang membahas tentang Paviliun UMKM / UPH dan mendukung berbagai produk olahan makanan dan non-makanan seperti susu pasteurisasi, yogurt, susu kambing bubuk, rendang sapi, rendang domba, gulai domba, kornet sapi, kornet domba, bebek goreng, telur asin, telur organik, telur omega, tahu bakso, sabun susu, kerajinan tanduk, aksesoris sapi, dan pakan ternak

"Paling tidak produk UMKM / UPH kita dapat meningkatkan kesejahteran peternak kecil sehingga kita perlu meningkatkan mereka dan meningkatkan produknya" harap Fini

Salah satu peserta yang ikut di Stand Paviliun UMKM / UPH Peternakan Binaan Kementerian Pertanian, Heri mengungkapkan ajang ini sangat bermanfaat bagi usahanya kedepan. "Masyarakat Surabaya belum mengundang kami, jadi kami sangat senang kepada Kementan yang telah memfasilitasi kami untuk memperkenalkan produk kami kepada masyarakat melalui pameran internasional ini".

Ia menambah masyarakat sangat menyambut menyambut dan membeli olahan susu yang dibeli Kampung Susu Dynasty. "Produk kami sudah kami alokasikan buat 3 hari pameran, namun 1 hari kemarin sudah langsung menipis stoknya, hari ini akan masuk lagi stok tambahan" tandasnya.

Peserta lainnya dari karya seni tanduk Cecep mengungkapkan melalui pameran ini dapat membantah aneka kerajinan tanduk untuk masyarakat lokal dan mancanegara. “Selain masyarakat lokal, pengunjung juga berdatangan dari negara-negara lain seperti Cina, India, dan negara lain” ungkapnya. Ia menambah. “Saya sangat senang kepada Kementan yang sudah mengundang saya di pameran ini” katanya

“Selama satu hari pameran kemarin, kami mencatat transaksi yang dinilai cukup menggembirakan. Kita mengharapkan selain ajang promosi, melalui pameran ini dapat meningkatkan gairah UPH Peternakan dalam memproduksi produk olahan peternakan yang berkualitas dan berkualitas sesuai dengan permintaan pasar, membuat produk ini aman dan sehat untuk dibeli ”tandasnya Fini.

Pavilliun Ekspor Ternak di Indo Livestock 2019 menjadi etalase promosi untuk produk-produk peternakan yang telah diekspor ke berbagai negara. Para pelaku usaha tersebut terus-menerus menampilkan produk dan berbagai informasi di Pavilliun ini untuk calon mitra bisnis yang diundang selama acara berlangsung baik dari dalam maupun luar negeri.

Pelaku usaha yang bergabung dalam Pavilliun Ekspor tersebut berasal dari BBIB Singosari dan BIB Lembang yang telah melakukan ekspor semen beku ke Malaysia, Madagaskar, Kyrgyzstan, dan Timor Leste; PT. Santosa Agrindo yang telah melakukan ekspor daging wagyu dengan merek 'Tokusen' ke Myanmar; juga turut disetujui PT. Charoen Phokpand Indonesia dan PT. Japfa Comfeed Indonesia.

Salah satu usaha dari Paviliun Ekspor, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Benyamin Limi sebagai Kepala Daerah Jawa Timur, membagi pengalamannya dengan meluncurkan produk olahan ayam ke Jepang pada tahun 2018 yang dapat dilakukan dengan mudah. Lebih Jepang terkenal di dunia sangat ketat dalam memilih makanannya ke negaranya. Ia melanjutkan sejak tahun 2014, Jepang telah mengirimkan delegasinya dari Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (MAFF) untuk melakukan kerja sama untuk unit usaha pengolahan makanan PT CPI. Hingga akhirnya April 2018 dilakukan ekspor perdana ke Jepang.

"Kalau produk kita sudah masuk ke Jepang, sudah pasti kita akan mudah masuk ke negara-negera lain" katanya

Ia mengutip kualitasnya yang tinggi, dan Penerapan sistem manajemen serta bio sekuriti harus sesuai dengan standar internasional. Menurut Benyamin Limi, selain pernah melepas produk ekspor olahan berbasis ayam, pihaknya juga membutuhkan pakan ternak. 

"Kualitas pakan ternak yang ditingkatkan CPIN harus disetujui oleh negara lain sehingga layak untuk ditingkatkan" pungkasnya.

(ANT)

Terkini