Adapun pada perdagangan Kamis (20/6), harga karet kontrak September berakhir turun 0,59 persen di posisi 10.745 yuan per ton. Meskipun ditutup menguat hari ini, harga karet masih tercatat melemah sebesar 2,77 persen sepanjang pekan ini, pelemehan mingguan ketiga berturut-turut.
Sementara itu, harga karet untuk kontrak teraktif November 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup melemah 0,35 persen atau 0,70 poin di level 199,80 yen per kg. Sepanjang pekan ini, harga karet Tocom melemah 1,09 persen.
Dilansir Bloomberg, harga karet mencatat penurunan mingguan di tengah kekhawatiran harga fisik yang tinggi mungkin akan melemahkan permintaan dari produsen ban. Kazuhiko Saito, analis di broker komoditas Fujitomi, mengatakan eksportir karet enggan untuk meningkatkan penawaran minggu ini karena permintaan yang lambat dari pengguna.
Kekhawatiran pasokan juga ikut berperan minggu ini, ketika CEO Top Glove, pembuat sarung tangan terbesar di dunia, mencatat bahwa petani kecil sekarang lebih bersedia untuk menyadap pohon karena harga lateks telah meningkat sekitar 40 persen sejak akhir tahun lalu, sehingga meningkat pasokan karet alam.
Analisis Bloomberg Intelligence memperkirakan peningkatan pasokan karet alam selama dekade berikutnya akan terus membanjiri permintaan yang sebagian besar didorong oleh meningkatnya jumlah kendaraan listrik dan penerbangan jarak pendek.
Pola tarik menarik harga harga karet alam ini dapat bertahan kecuali pemerintah negara-negara produsen melakukan pengaturan terhadap penanaman tanaman karet baru.
| Pergerakan Harga Karet Kontrak September 2019 di Shanghai | ||
| Tanggal | Harga (yuan/ton) | Perubahan (persen) |
| 21/6/2019 | 11.755 | +0,09 |
| 20/6/2019 | 11.745 | -0,59 |
| 19/6/2019 | 11.740 | -0,60 |
| 18/6/2019 | 11.805 | -0,76 |
| 17/6/2019 | 11.895 | -1,61 |
Sumber: Bloomberg
(ANT)