Jakarta, NAWACITA - Ditemui disela-sela kesibukannya Sekretaris Jenderal Forum Nias Selatan Beesokhi Ndruru mengatakan pilkada serentak tahun 2020 telah menarik perhatian masyarakat dan para kontestan dimasing-masing daerah tidak terkecuali di kepulauan nias khususnya kabupaten nias selatan.
Pilkada serentak 2020 memang menjadi fenomena dan ramai dibicarakan karna selain waktu menjabat yang sangat singkat yakni >1thn saja, dorongan rasa kekurangpuasan kepada pemimpin saat ini dan mengharapkan pemimpin baru yang sesuai dengan ekspektasi masyarakat akhirnya bercampur baur dengan effort yang harus dikeluarkan kontestan pada pilkada 2020 dan inilah yang mendorong suasana memanas dimasing-masing kubu yang sudah mulai terlihat khususnya di media sosial baik WA, Facebook maupun medsos lainnya.
Jadi, meskipun disadari bahwasannya masa jabatan yang sangat singkat yakni sekitar satu tahunan saja sebab sesuai surat putusan dari kementrian dalam negeri yang dikeluarkan dirjen otonomi daerah tahun 2019 maka masa jabatan 270 Kepala daerah yang terdiri dari 9 Propinsi, 37 Kota dan 224 Kabupaten, serentak akan berakhir di tahun 2021 pilkada tahun depan masihlah sangat menarik.
Tantangan Mantan,
Kemunculan kembali sang Mantan “Idealisman Dachi” dengan kekuatan penuh dan manuver politik yang keras terkhusus disaat kemelut pemilu di Nias selatan kemarin dengan tidak dominannya “merah” di Nias selatan ternyata diintip dan dimanfaatkan mantan dengan sangat baik. Tentu hal ini menjadi tantangan serius bagi petahana Bupati Hilarius Duha.
Namun jangan lupakan, saat sang mantan menjabat ada banyak sekali catatan-catatan negatif dan juga terbukti dengan banyaknya pejabat di era mantan yang masuk ke hotel prodeo, belum lagi bagaimana kita tahu bahwasannya sang mantan membangun kerajaan keluarga dengan melibatkan keluarga sebagai pejabat-pejabat dilingkungan Pemerintahan Daerah hingga DPRD dan KPU. Jadi saya sampaikan bahwa Masyarakat tidak boleh melupakan ini, ujar Bee sambil tersenyum.
Petahana Masih Kuat,
Dengan kinerja saat ini Bupati Hilarius Duha masih punya kans besar mempertahankan kepemimpinannya. Menutupi utang yang cukup besar diawal pemerintahannya yang notabene warisan dari sang mantan, merapikan dan menghidupkan kembali beberapa dinas yang sebelumnya sudah digabungkan oleh mantan, menghidupkan kembali pariwisata khususnya melalui pesta yaahowu dan terlebih berhasil menjadi tuan rumah sail nias 2019, meneruskan beasiswa bagi mahasiswa/I yang sudah ikut program beasiswa awal dari sang mantan dan lain-lain.
Ini merupakan kekuatan Petahana, selain kekompakan yang terlihat terbangun baik dengan wakil bupati Sozanolo Ndruru. Hanya saja memang ada beberapa catatan catatan yang masyarakat sudah catat sebagai koreksi misalnya pengaruh keluarga/orang terdekat yang sangat kuat dalam setiap keputusan yang diambil, pemerataan pembangunan yang belum merata, belum dibangunnya kantor bupati hingga saat ini, dan lain sebagainya.
Head To Head Petahana dan Mantan
Bila pertarungan berlangsung hanya antara keduanya maka prediksi saya persentasi pemenang akan ditentukan oleh wakil yang akan diusung masing-masing. Sebab masing-masing punya kekuatan dan kelemahan. Teamses harus mampu mengeksplore kelebihan untuk memenangkan pertarungan, dan hati-hati dengan politik identitas.
Peluang Bagi Pendatang Baru
Dengan kondisi saat ini seperti diatas, maka kans akan terbuka kepada calon Bupati baru yang benar-benar wajah baru dengan segudang latar belakang dan prestasi sehingga dipercaya oleh masyarakat. Ini menarik, dapat saya katakan bahwasannya masyarakat nias selatan sebagian sudah tidak senang dengan “mantan” karna catatan yang ditorehkan saat menjabat sebelumnya dan sebagian lagi juga sudah tidak memilih “Petahana” karna catatan yang dialami saat ini.
Inilah peluang bagi kontestan baru. Siapkah kira-kira ? tentu masyarakat punya pilihan masing-masing dan itu yang terjadi di Medsos, sebagian masih melempar untuk melihat reaksi pasar, sebagian lagi sudah berani menjual lebih aktif, dan sebagian lagi bahkan sudah sangat meyakinkan bahwasannya pilihannya adalah yang terbaik. Namun demikian satu yang pasti, mereka semua menawarkan ini untuk kebaikan kabupaten Nias selatan minimal di 2020-2021 dan pilkada berikutnya bila berhasil.
Harapan
Dengan kejadian memalukan pada pemilu sebelumnya tahun 2014 kemudian pemilu tahun 2019, tentu ini sangat memalukan kita semua. harapan kita belajar dari kekurangan dan pengalaman sebelumnya semoga pada pilkada 2020 kejadian memalukan tidak terulang lagi, goalnya itu dulu yakni pemilu di Nias selatan berjalan baik, aman dan lancar saja. Ini bila tercapai merupakan kemenangan kita bersama. Kemudian Kepala daerah yang terpilih nantinya semoga sesuai harapan dan ekspektasi masyarakat nias selatan sehingga pembangunan di Nias selatan berjalan baik dan masyarakat menjadi sejahtera.
Nama-nama yang bermunculan
Nama-nama yang dimunculkan menjadi kontestasn Bupati Nias selatan pada pilkada serentak 2020 diantaranya : Dr. Hilarius Duha, SH.,MH (Petahana), Idealisman Dachi (Mantan), Talihadat Bazatogu Hia (Pengusaha di Bekasi), Sozanolo Ndruru (Wabup petahana), Ranto Dachi (Pengusaha di Riau), Anton Anotona Zagoto (Pengusaha di Banten), Beesokhi Ndruru (Ketua Ono Ndruru), Elman Telaumbanua (Ketua Umum HIMASGO), Viktor Zagoto (Hakim), Faatumbu Duha (Pengusaha di Jambi), Elisati Halawa (Anggota DPRD), Sidi Adil Harita (Ketua DPRD Saat ini), Thomas Dachi (Ketua DPC Gerinda Nias Selatan).
Terlepas dari banyaknya calon calon yang diusung, pada kembali kepada persiapan dan kemauan dari masing-masing. Mengingat waktu menjabat sangatlah singkat sedangkan biaya yang dikeluarkan dan persiapan lainnya juga tidak beda jauh apabila menjabat lima tahun pada pilkada berikutnya.