Jakarta, NAWACITA - Perjalanan hidup setiap orang pasti mengalami kesulitan dan masalah yang tidak bisa dielakkan dan harus dihadapi dan diselesaikan. Tidak hanya sekali saja kesulitan itu muncul di dalam hidup seseorang, tetapi bisa beberapa kali. Bahkan bagi banyak orang, bisa saja masalah itu sepanjang jalan kehidupan dan merasa tidak pernah bebas dari kesulitan hidup.
Perbedaan yang nyata hidup setiap orang terletak dari bagaimana sikap dan caranya menghadapi dan menyelesaikan setiap masalah dan kesulitan hidup yang harus dihadapi. Ini benar dan nyata adanya. Tanyakan kepada setiap orang dan Anda akan takjub bagaimana mereka menghadapi dan menyelesaikan problem itu.
Harus diakui banyak yang berhasil dan mencapai level kehidupan yang tergolong sukses, tetapi juga tidak sedikit yang gagal melewati masalah dan kesulitan, bahkan sangat mungkin mereka merasa hidup ini menjadi jalan penderitaan selalu. Dan seakan-akan disana ada misteri atau ada rahasia yang harus diketahui untuk bisa melewati masalah dan kesulitan hidup.
Sangat mungkin saat ini Anda baru saja mengalami keterpurukan yang begitu mengerikan, sehingga hari-hari yang dilewati menjadi horor yang terus menghantui langkah demi langkah. Dan tentu saja hidup menjadi tidak nyaman, damai dan sukacita. Atau sebutkan sajalah misalnya bahwa Anda baru saja kehilangan pekerjaan Anda yang menjadi satu-satunya sumber penghidupan dan keluarga yang Anda. Dan bisa jadi, hidup menjadi sangat buntu tiada jalan keluar, karena pada saat yang sama ada banyak kebutuhan harus dipenuhi tetapi sumber penghasilan menjadi kosong.
Ada begitu banyak masalah kehidupan yang berbeda untuk setiap orang, baik ringan dan beratnya, maupun macam dan jenis masalah yang dihadapi. Sebutkanlah masalah yang rumit dan mencekam, yaitu Anda baru saja bercerai dengan pasangan hidup yang selama ini berjalan bersama Anda. Dan mungkin Anda tidak siap menerima keadaan harus bercerai dengan pasangan sehingga hidup menjadi frustrasi adanya.
Dan lebih rumit sekali lagi, apabila masalah yang dihadapi bukan single problem tetapi multiple problems. Misalnya, kehilangan pekerjaan, pada saat yang sama pasangan hidup meninggalkan Anda, dan bisa lagi anak-anak terjebak dalam dunia narkoba.
Begitulah warna-warni hidup yang dijalani. Kalau demikian, pertanyaan yang harus dijawab, lalu, apa yang harus Anda lakukan selanjutnya? Apakah Anda hanya akan meringis dan pasrah? Atau, apakah Anda akan mencari kambing hitam mengapa masalah itu harus dihadapi?
Bila secara jujur diakui maka setiap orang yang menghadapi masalah memiliki beberapa jenis emosi yang sering mempermainkan hidup Anda sampai Anda bisa keluar dari situasi masalah tersebut. Betul sekali, bahwa setiap kali Anda mengalami suatu kehilangan dalam hidup Anda, Anda akan berhadapan dengan empat emosi:
Pertama, Kemarahan. Emosi ini menjadi representasi dari sikap tidak menerima kenyataan yang ada dan terus mencari jawaban, mengapa ini terjadi padaku? Mengapa harus kehilangan sesuatu yang sangat dicintai dan disayangi?
Kedua, Duka. Duka menjadi bentuk emosi yang mewaikili tentang kehilangan apa saja dalam hidup ini, dan menjadi sikap protes mengapa harus kehilangan milik yang susah payah dikumpulkan. "Aku kehilangan apa saja?". Setiap kehilangan, pasti membawa duka, dan duka pasti melemahkan spirit dan kondisi fisik hidup. Bila duka tidak bisa dikelola maka akan berdampak fatal bagi seseorang.
Ketiga, Terkejut. Emosi terkejut mewakili perasaan yang tidak menerima kehilangan dalam hidup ini dan karenanya juga memperlihatkan protes diri sendiri terhadap kehilangan yang terjadi. Diaa menjadi terkejat tentang "apa yang baru saja terjadi?". Ketika seseorang kehilangana pasangan karena meninggal misalnya, pasti emosi terkejut akan mendominasi suasana batinnya. Ini juga akan menjadi permainan emosi yang sangat tidak sehat kalau tidak bisa segera dikendalikan.
Keempat, Ketakutan. Ini bagian emosi yang sesungguhnya menjadi kritis bagi seseorang. What next bagi kehidupannya. Ketika kehilangan pasangan hidup, kehilangan pekerjaan misalnya, lalau emosi ketakutan akan menguasai seluruh psikis maupun fisik. Bila tidak bisa dikontrol maka seseorang akan menjadi hopeless, putus asa dan akibat jauhnya bisa lebih fatal lagi.
Keempat bentuk emosi diataslah yang akan terekspresi dalam diri seseorang ketika mengalami kehilangan, baik kehilangan pasangan hidup, kehilangan pekerjaan, kehilangan materi bahkan juga orang-orang yang dicintainya. Bentuk emosi ini sesuatu yang wajar dialami oleh siapapun yang normal hidupnya. Dan sekaligus sebagai pertanda bekerjanya aspek-aspek psikis didalam dirinya.
Bagaimana mengelola keempat emosi tersebut ?
Pesan kuncinya adalah bahwa jangan pernah menyembunyikan emosi yang dialami ketika kehilangan. Tetapi, nasehatnya adalah ketika Anda mengalami keterpurukan, mengalami kehilangan, menghadapi problem atau kesulitan, maka Anda perlu mengekspresikan semua emosi itu.
Jangan mencoba memulai dengan panik dan cemas cemas, apalagi putus asa seakan-akan akhir dari semua jalan kehidupan yang tersedia. Karena kepanikan, kecemasan dan keputusasaan sama sekali tidak membuat situasi Anda akan lebih baik, malah sebaliknya akan semakin terpuruk.
Tentu saja setiap orang boleh mencari teman untuk berbagi. Tetapi orang lain belum tentu mampu menolong, bahkan sangat mungkin memperparah keadaan yang dihadapi.
Datanglah kepada Tuhan, berceritalah kepada Tuhan, curahkanlah semua isi hatimu kepada Tuhan, maka jawaban terhadap masalahmu akan ada. Artinya sesungguhnya, Tuhan dapat menghadapi ke empat emosi yang akan mempermainkan hidupmu itu, karena sesungguhnya Tuhanlah yang menciptakannya untuk Anda. Emosi manusia juga dikendalikan oleh Tuhan ketika berserah kepadanya dalam kesesakan itu.
Setiap orang harus sadar dan paham bahwa sebenarnya, satu-satunya alasan manusia mempunyai emosi yaitu, karena Anda diciptakan menurut gambar Allah, serupa dengan citra Yang Maha Kuasa, dan dengan demikian manusia itu representasi dari Tuhan Sang Pencipta kehidupan manusia.
Pemahaman ini menjelaskan bahwa itulah yang membuat manusia, Anda dan saya, menjadi memiliki perbedaan di antara ciptaan Tuhan lainnya, seperti binatang misalnya. Tuhan adalah Tuhan yang punya perasaan; Dia punya emosi; Dia mengerti kemarahan Anda, kesedihan Anda, keterkejutan Anda, dan ketakutan Anda.
Kalau demikian, jelas sekali bahwa ketika Anda menghadapi kehilangan maka datanglah kepada Tuhan. Kepada Tuhan semua persoalan tidak ada yang tidak terselesaikan, karena Tuhan sendiri menjadi jalan dan jawaban terhadap setiap masalah Anda.
Datang kepada Tuhan, mengadu dan mencurahkan segala isi hati Anda kepada Tuhan. Tetapi bukan dengan kepura-puraan, tetapi harus penuh dengan kejujuran dan kepolosan hidup Anda apa adanya.
Tanggapan yang tepat terhadap suatu kegagalan bukanlah dengan memalsukan respons Anda supaya Anda terlihat baik-baik saja. Tuhan tidak pernah ingin Anda berpura-pura dengan perasaan Anda.
"Jangan datang kepada manusia lain, sebab manusia lain itu bisa mengecewakan Anda, tetapi Tuhan tidak pernah mengecewakan siapapun yang sungguh-sungguh datang kepadaNya".