Jakarta, NAWACITA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Kamis ini. Aksi protes di Hong Kong menjadi sentimen yang menekan rupiah.
Mengutip Bloomberg, Kamis (13/6/2019), rupiah dibuka di angka 14.241 per dolar AS, tak berubah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya. Namun menjelang siang, rupiah melemah ke level 14.265 per dolar AS.
Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.241 per dolar AS hingga 14.265 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah masih menguat 0,87 persen.
Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.270 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka 14.234 per dolar AS.
konom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, protes di Hong Kong bisa menjadi risiko investasi di Asia.
"Unjuk rasa di Hong Kong yang berkembang menjadi kericuhan pada Rabu lalu tampaknya bisa menjadi kekhawatiran atau risiko investor terhadap investasi," ujar Lana dikutip dari Antara.
Protes warga yang menolak Rancangan Undang-undang (RUU) Ekstradiksi ke China ini didukung oleh para pembisnis. Sekitar 100 pebisnis Hong Kong akan tutup sebagai tanda solidaritas.
Banyak pihak khawatir dengan RUU itu akan menjerat orang-orang di pengadilan China daratan yang dianggap tidak transparan.
"Hong Kong merupakan salah satu pusat keuangan di Asia. Koreksi pasar saham di hampir semua bursa di Asia kemarin bisa jadi sebagai respon atas kekhawatiran tersebut, namun kemungkinan respon ini hanya temporer," ujar Lana.
Lana memprediksi hari ini rupiah akan menguat di kisaran 14.220 per dolar AS hingga 14.240 per dolar AS.