news

Kali ini AHY Ketemu Joko Widodo di Istana Tidak Sendirian

Kamis, 6 Juni 2019 | 15:04 WIB
Jakarta, NAWACITA - Hari pertama Idul Fitri 1440 H Rabu 5 Juni 2019, dimanfaatkan oleh Agus Harimurti Yudhoyono untuk datang berjumpa dengan Presiden RI Joko Widodo. Namun, kali ini AHY tidak datang sendirian, tetapi dia datang  dengan adiknya Edhi Baskoro Yudhoyono, masing-masing dengan istri mereka yaitu Anissa Pohan dan Siti Aliyah Rubi Rajasa.

Kedatangan AHY tidak saja untuk menyampaikan selamat hari raya lebaran 1440 H, tetapi juga sejumlah ucapan terima kasih keluarga SBY atas kehadiran dan dukungan Jokowi dalam proses dan terutama acara pemakaman Ibu Ani Yudhoyono yang sangat berkesan.

"Selain saya mengucapkan selamat Idul Fitri, juga ucapan terima kasih atas kesediaan beliau menjadi inspektur upacara dalam sebuah prosesi pemakaman militer yang begitu terhormat bagi ibunda kami tercinta, almarhumah Ibu Ani Yudhoyono," ujar Agus, seusai bertemu Presiden.



Walaupun perjumpaan AHY dengan Jokowi tidak dihadiri oleh SBY, namun memberikan bobot makna yang sangat mendalam dan baik adanya. Paling tidak publik bisa menyaksikan suasana yang sudah terbangun sejak kematian Ibu Ani di Singapura 1 Juni 2019 minggu yang lalu, dan memuncak pada saat pemakaman secara militer di TMP Kalibata. Duka Ibu Ani yang mempersatukan dan memulihkan negeri ini.

Seakan suasana yang sudah sangat mencair dari ketegangan dan hiruk pikuk politik paska pengumuman hasil Pilpres oleh KPU dengan aksi kerusuhan 22 Mei, menjadi larut kembali dengan suasana Idul Fitri yang memberikan kegembiraan bagi masyarakat Indonesia yang merayakannya.

Tidak bisa dihindari tentang begitu kuatnya harapan publik akan situasi yang nampak teduh damai ini akan terus menjadi bagian dalam situasi politik kedepan hingga penetapan akhir hasil Pilpres dan Pileg 2019 sampai pada pelantikan RI-1 dan RI-2 pada 22 Oktober 2019 yang akan datang.

Itu sebabnya, lalu kedatangan AHY ke istana negara menemui Jokowi menjadi perhatian publik yang sangat bermakna. Mengapa? Karena dalam sebulan terakhir ini paling tidak, ada dua kali agenda khusus pertemuan antara AHY dengan Presiden Joko Widodo.

Pertemuan pertama terjadi pada tanggal 2 Mei 2019, dan kemudian pertemuan kedua tanggal 22 Mei 2019 yang merupakan undangan khusus dari Jokowi kepada AHY yang terjadi di Istana Keprsidenan di Bogor. Tentu saja, diluar pertemuan-pertemuan yang tidak diatur secara formal antara keduanya.

Walaupun pertemuan hari ini 5 Juni 20019 yang hanya berlangsung dalam waktu 15 menit, dan Jokowi didampingi oleh putranya Kaesang Pangarep, dan hanya terbatas menyampaikan Salam Idul Fitri dan ucapan terima kasih keluarga, namun tetap saja memberikan bobot makna yang akumulatif tentang dinamika politik yang sedang berjalan.

Kendati Prabowo dan Sandi menggugat hasil Pilpres ke Mahkamah Konstitusi, nampak bahwa publik memprediksi tentang kemungkinan kemenangan ada dipihak pasangan Jokowi-Ma"ruf Amin. Dengan demikian, maka ranah dan konstelasi pemikiran publik akan terarah pada kemungkinan AHY menjadi salah seorang figur yang bisa memperkuat kabinet kerja Jokowi untuk periodenya yang kedua.

Pergunjingan opini publik tentang berbagai kemungkinan dan peluang bagi AHY untuk masuk, atau kemungkinan AHY juga tidak mau masuk dalam kabinet Jokowi periode kedua ini, lalu menjadi dinamika yang menarik. Terlebih bila dikaitkan dengan agenda politik jangka panjang untuk tahun 2024 maupun 2029 tentu akan lebih menarik lagi.

Pertemuan AHY dengan adiknya Baskoro kali ini, memang nampak bukan agenda politik tetapi sangat kekeluargaan dalam suasana yang Fitri. Dan berdasarkan pemberitaan, AHY juga langsung menuju ke rumah Megawati untuk ber Idul Fitri.

Lagi-lagi AHY datang berjumpa dengan Megawati juga tidak sendirian, tetapi didampingi oleh adiknya Edi Baskoro Yudhoyono dengan istri masing-masing. Sementara, dalam sejumlah foto yang beredar Megawati didampingi oleh putrinya Puan Maharani.

-


Dalam sejumlah percakapan di sejumlah GWA, suasana pertemuan Mega dengan AHY cs sungguh sangat fenomenal dan  dianggap sebagai Idul Fitri yang membawa kedamaian dan kebahagiaan serta persaudaraan sejati  di antara Pimpinan Negeri yang sangat besar ini. Pertemuan silaturahmi ini disertai dengan foto-foto wefie yang sudah beredar sangat luas di media daring. Sebuah gambaran yang sangat sejuk dan sangat jauh dari ketegangan politik semata.

-


Sebuah suasana silaturahmi yang sangat fenomenal, karena sesungguhnya betul apa yang publik saksikan tiga hari yang lalu, ketika SBY dan Megawati bersalaman yang membawa kesejukan dan kedamaian negeri ini. Rekaman foto-foto saat-saat SBY dan Megawati di TMP Kalibata itu juga menjadi viral diberbagai media daring. Lagi-lagi publik melihat dan memaknai sebagai sebuah pesan sangat baik bagi negeri ini. Dan hari ini, ketika AHY datang ke rumah Megawati di Teuku Umar, maka  suasananya menjadi sempurna.

-


Betul-betul ini bukan politik, demikianlah pesan salah seorang sahabat baik saya di GWA tentang kedatangan AHY berjumpa dengan Megawati itu. Tentu saja kita sepakat dan setuju karena memang hari ini adalah hari pertama lebaran dan perayaan Idul Fitri.

Tetapi, bagaimanapun makna perjumpaan AHY dengan Megawati walaupun hanya sebentar, seperti pertemuan dengan Jokowi yang hanya 15 menit saja, tetapi saja memiliki bobot makna politik yang dilihat dan difahami oleh publik negeri ini.

Saya pikir, opini publik cenderung menjadi hal yang positif bagi mendorong upaya terbangun dan pulihnya "rekonsiliasi" politik pasca pengumuman hasil Pilpres oleh KPU 21 Mei yang lalu.

Semoga, suasana lebaran yang benar-benar fitri ini terus menjadi bertumbuh, berkembang dan menjadi virus dan viral secara psikologis di tengah-tengah masyarakat bangsa dan negera ini.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440H.

Penulis : Yupiter Gulo
Editor : Darieli Harefa

Artikel ini telah tayang perdana di kompasiana.com https://www.kompasiana.com/yupiter/5cf7d3b93ba7f76a654a97b2/kali-ini-ahy-ketemu-jokowi-di-istana-tidak-sendirian?page=2

Terkini