news

Banjir Bandang Sentani Akibat Gunung Cyclop Gundul

Senin, 18 Maret 2019 | 08:24 WIB
Jayapura NAWACITA – Bumi Papua diterjang banjir bandang, Sabtu (16/3) malam hari. Banjir bandang merendam wilayah Sentani Kabupaten Jayapura mengakibatkan lebih dari 60 warga meninggal dan ribuan lainnya luka-luka.

Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin mengungkapkan, banjir bandang diduga akibat pembalakan liar yang terjadi di kawasan Pegunungan Cyclop.

"Skibat pepohonan sudah ditebang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab menyebabkan berbagai material, seperti bebatuan dan batang kayu serta lumpur, ikut terseret," kata Kapolda dikutip Antaranews, Minggu (17/3).

Ia menjelaskan, banjir bandang yang terjadi Sabtu 16 Maret 2019 malam itu, disebabkan pepohonan di kawasan Cyclop sudah berkurang sehingga saat hujan deras mengguyur kawasan itu dapat menyebabkan banjir.

Gunung Cyclop, kata Martuani, merupakan kawasan hutan lindung yang seharusnya dijaga kelestariannya bukan justru sebaliknya. Diharapkan pembalakan ini tidak akan terjadi lagi.

“Ke depan diharapkan tidak lagi terjadi pembalakan karena dampak yang ditimbulkan dapat menyebabkan korban jiwa dan harta benda,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

Sutopo mengatakan banjir bandang tersebut akibat Gunung Cycloop gundul lantaran banyak penebangan pohon secara ilegal.

"Jadi para warga ini menebang pohon untuk kayu bakar dan pembukaan perkebunan liar, pembuatan perumahan," kata Sutopo kepada wartawan, Minggu (17/3).

Sebelum banjir bandang terjadi, lanjut Sutopo, sejak 2018 BNPB telah mengirim sebanyak 2.000 bibit pohon untuk ditanam di Gunung Cycloop. Bahkan pada saat itu pihaknya juga mewanti-wanti adanya ancaman banjir bandang.

"Hujan sangat ekstrem, kecepatannya mencapai 235,1 milimeter per jam," tutur Sutopo.

Kondisi gunung gundul pun diperparah dengan curah hujan yang berlangsung selama delapan jam. Akibatnya, banjir menghadang di Sentani.

Tags

Terkini