news

Jokowi: Puluhan Tahun Indonesia Dibebani Defisit Transaksi dan Neraca Perdagangan

Selasa, 12 Maret 2019 | 18:09 WIB
Tangerang NAWACITA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi membuka rapat kerja (raker) tahun 2019, yang bertajuk "Meningkatkan Perdagangan Bernilai Tambah dan Berdaya Saing", di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Selasa (12/3).

Dalam pidato sambutannya Jokowi menyampaikan, dirinya geram lantaran Indonesia dalam kurun waktu yang lama selalu dihadapkan dengan persoalan defisit transaksi berjalan dan juga defisit neraca perdagangan.

Jokowi menjelaskan, kunci untuk membenahi masalah defisit transaksi berjalan dan defisit neraca perdagangan adalah investasi dan ekspor.

"Defisit transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan membebani kita berpuluh-puluh tahun tapi tidak diselesaikan, padahal kuncinya kita tahu investasi dan ekspor, kuncinya di situ," kata Jokowi.

Jokowi meminta kepada pemerintah pusat dan daerah bisa memberikan kemudahan proses berusaha, agar terlepas dari masalah transaksi berjalan dan defisit neraca perdagangan.

"Tahu kesalahan kita, tahu kekurangan kita, rupiahnya berapa defisit kita tahu, kok nggak kita selesaikan, bodoh banget kita kalau seperti itu," tegas Jokowi.

Menurut Jokowi, kemudahan berusaha di Indonesia harus terus digencarkan. Jangan sampai Indonesia tersalip oleh Kamboja dan Laos dalam hal investasi dan ekspor.

"Kalau kita lihat peringkat investasi kita sejak 2017 kemarin sudah masuk dalam negara yang layak investasi atau investment grade. Ini sebuah poin penting, harus dimanfaatkan," kata Jokowi.

"Dan dari tiga lembaga pemeringkat internasional, standard & poors (S&P), moodys, dan fitch ratings. Ini modal untuk kita," tambah dia.

Sementara peresmian pembukaan raker yang digelar Kementerian Perdagangan (Kemendag) tersebut ditandai dengan pemukulan gong, yang langsung dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo dengan didampingi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Selain itu, 422 peserta yang terdiri atas Pejabat Eselon I, II, dan III Kemendag, juga para perwakilan perdagangan dari luar negeri, dan kepala dinas provinsi yang membidangi perdagangan juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Enggar mengatakan, raker yang diadakan pihaknya bertujuan mewujudkan cita-cita perdagangan Indonesia pada tahun 2019, yang siap menghadapi berbagai tantangan global dan domestik.

"Raker tahun ini akan menekankan pada upaya menjalin sinergitas antar kementerian dan lembaga, pemda, dan pelaku usaha dalam merumuskan langkah-langkah pencapaian target kinerja Kemendag di 2019. Dengan tema yang diusung tahun ini, kami ingin mewujudkan cita-cita Indonesia agar menjadi lebih unggul dan berdaya saing dalam persaingan global,” ujar Enggar sebelum membuka acara.

Dipaparkannya, target kinerja sektor perdagangan tahun 2019 yakni menjaga tingkat inflasi pada angka 3,5 persen, meningkatkan pertumbuhan ekspor nonmigas 7,5 persen, dan membangun atau merevitalisasi 1.037 pasar rakyat.

Atas dasar itu, Enggar menekankan Raker Kemendag 2019 akan membahas lebih mendalam tentang berbagai upaya yang telah dijalankan selama ini, untuk mewujudkan peningkatan nilai tambah dan daya saing perdagangan Indonesia, yaitu dengan cara optimalisasi distribusi perdagangan, optimalisasi peran ekonomi digital, dan pengembangan perdagangan luar negeri terpadu.

Menurut Enggar, hal itu telah terbukti dengan adanya optimalisasi distribusi perdagangan yang dilakukan dengan membangun serta merevitalisasi 5.000 pasar rakyat secara fisik maupun nonfisik

"Kita memanfaatkan gerai maritim untuk menurunkan disparitas harga dan dapat menjangkau daerah terpencil, terluar, tertinggal, dan perbatasan, serta menjadikan sistem resi gudang menjadi bagian dari upaya stabilisasi harga bahan pokok dan mendorong kinerja ekspor komoditas. Selain itu, unit metrologi legal harus mendorong standardisasi sarana perdagangan agar sektor perdagangan semakin berkualitas dan berdaya saing," jelasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga menekankan optimalisasi peran ekonomi digital, yang dilakukan dengan mendorong peningkatan produk UMKM Indonesia memasuki laman pemasaran marketplace lokal. Hal tersebut turut diikuti dengan pertumbuhan nilai transaksi perdagangan elektronik Indonesia, tumbuh 49 persen per tahun pada periode 2015—2018 dan nilainya mencapai USD 27 miliar pada 2018.

"Diprediksi, nilainya akan menjadi USD 130 miliar pada 2020 dengan jumlah pembeli mencapai 65 juta orang. Daya saing digital Indonesia masih perlu ditingkatkan. Produk UMKM Indonesia harus menjadi tuan rumah di platform niaga elektronik lokal," tutur Enggar.

Tags

Terkini