Surabaya NAWACITA – Saat menjadi pembicara dalam forum diskusi di Rumah Hadji Oemar Said (H.O.S.) Tjokroaminoto, Jalan Peneleh VIII Surabaya, Sabtu (26/1) malam, Wakil Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin, menceritakan pengalamannya selama dikabarkan menghilang berhari-hari.
Wabup akrab disapa Gus Ipin itu sempat bikin heboh karena meninggalkan tugas dengan kepergiannya berhari-hari ke Eropa tanpa izin atasan. Bahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo pun angkat bicara, dan meminta Gubernur Jatim Soekarwo dapat membina Gus Ipin.
Wakil bupati termuda kelahiran Surabaya, 7 April 1990 itu pun blak-blakan menceritakan tentang kepergiannya.
"Saya berangkat melakukan perjalanan ke Eropa tanpa izin karena tidak ingin kehilangan momen penting," tuturnya di depan para peserta diskusi.
Gus Ipin mengungkapkan keberangkatannya ke Eropa adalah untuk memenuhi undangan dari sejumlah warga Indonesia yang sukses menjalankan masing-masing profesinya di negeri orang.
"Undangan resminya ini sebenarnya sudah saya tunggu untuk pengajuan izin ke atasan tapi gak datang-datang," katanya.
Dia menandaskan, undangan resmi yang sejak lama ditunggu akhirnya datang hanya selang tiga hari menjelang kegiatan berlangsung. Sedangkan menurut aturan yang berlaku, pejabat negara harus mengajukan izin paling lambat selama 18 hari sebelumnya.
"Sementara tiket pesawat sudah lama dibeli. Sudah saya pertimbangkan, kalau mengajukan izin, keluarnya bakal lama. Pada akhirnya saya memilih berangkat tanpa izin, dengan menggunakan biaya pribadi," ujarnya.
Momen memenuhi undangan bertemu dengan sejumlah warga Indonesia di Eropa ini, menurut dia, sangat berharga.
"Mereka yang saya temui adalah lulusan dari berbagai universitas di Eropa, ada yang dari Oxford, Munchen, dan lain sebaginya. Mereka tidak mau pulang ke Indonesia karena tenaganya sangat dihargai di luar negeri. Saya bisa menggali ilmu dari mereka untuk diterapkan di Trenggalek," katanya.
Dia mencontohkan, salah satunya bertemu dengan warga Indonesia yang sukses membuat "drone" dengan hasil 100 kali lipat lebih murah. "Saya tanyakan, apakah bisa membuat drone yang bisa diterbangkan di atas laut lalu bisa melihat letaknya ikan sehingga nelayan di Trenggalek bisa bekerja lebih efektif," ujarnya.
Gus Ipin menyatakan telah mengajak orang-orang hebat asal Indonesia yang ditemuinya di Eropa itu untuk menjadikan Kabupaten Trenggalek sebagai laboratorium.
"Saya punya keyakinan jika orang-orang hebat ini bisa melakukan sesuatu dengan mengakselerasikan masing-masing ilmunya di Trenggalek, yang merupakan salah satu kabupaten terpencil dan terbelakang di Jawa Timur, berarti untuk diterapkan di daerah lain juga bisa," katanya.
Namun dia mengakui perbuatannya yang melakukan perjalanan ke Eropa tanpa izin adalah salah. "Ini bukan contoh yang baik. Saya sudah kirim surat ke Mendagri dan siap menerima sanksi," ucapnya.
Diketahui, Gus Ipin dilaporkan meninggalkan tugas dinasnya sejak tanggal 9 Januari, sebelum kemudian kembali muncul ke tengah masyarakat dalam kegiatan Istigsah Kubro, yang turut dihadiri calon wakil presiden nomor urut 01, Ma`ruf Amin, di Stadion Menak Sopal, Trenggalek, pada 22 Januari. Gubernur Jawa Timur Soekarwo telah memberinya surat teguran.
Gus Ipin, tak lama lagi akan menduduki posisi Bupati Trenggalek menggantikan Emil Dardak yang bakal dilantik sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur mendampingi Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indarparawansa.
Hal ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah diubah beberapa kali dan terakhir menjadi UU Nomor 9 Tahun 2015.
Santer dikabarkan, sejumlah partai politik telah mulai menyodorkan masing-masing nama yang dijagokan untuk mengisi kekosongan jabatan Wakil Bupati Trenggalek.
Menanggapi hal ini, Gus Ipin mengakui, menjelang pelantikan Bupati Emil Elestianto Dardak menjadi Wagub Jatim, situasi politik di wilayahnya memanas. Hal tersebut diungkapkannya kepada media, usai menjadi pembacara dalam forum diskusi di Rumah Hadji Oemar Said (H.O.S.) Tjokroaminoto. "Namanya politik memang harus ada panas-panasnya. Kalau adem, bukan politik namanya, itu kulkas," kata Gus Ipin berseloroh.
Gus Ipin mengungkapkan nama-nama yang disodorkan masih sebatas obrolan warung kopi.
"Nama-nama yang disodorkan secara resmi belum ada," katanya.
Ia juga tidak menampik beberapa orang secara personal telah mendekatinya demi mendapatkan posisi wakil bupati atau hanya sekadar memberi saran terkait dengan nama-nama yang dinilai layak untuk mengisi jabatan tersebut.
"Saya kira itu wajar karena mereka tahu akan ada transformasi jabatan wakil bupati di Trenggalek," ujarnya.
Bagi Gus Ipin, dalam berpolitik memang banyak pemangku kepentingan yang harus diajak berkomunikasi, khususnya terkait dengan siapa yang layak untuk mengisi kekosongan jabatan wakil bupati.
"Realitas politik memang seperti itu. Akan tetapi, tanggung jawab saya terhadap desakan konstituen tetap menjadi prioritas. Tanggung jawab kami adalah kepada rakyat," ucapnya.
Ketika ditanya apakah keputusannya bepergian ke Eropa tanpa izin pada tanggal 9 hingga 21 Januari lalu berkaitan dengan memanasnya situasi politik di Trenggalek, Gus Ipin memilih tidak menjawab.
"Itu biar saya sendiri yang tahu. Secara formal sudah saya sampaikan semua ke Inspektorat dan Gubernur Jawa Timur, dan sekarang sedang diproses di Kemendagri. Sebagai bentuk pertanggungjawaban ke masyarakat, sudah saya informasikan lewat Instagram. Kalau ada salahnya, saya minta maaf," katanya.