news

Viral, Video Pria Diduga Bupati dari Papua Ngamuk di Klub Malam Makassar

Minggu, 6 Januari 2019 | 19:06 WIB
Makassar NAWACITA - Beredar video seorang pria diduga bupati dari Provinsi Papua mengamuk di salah satu klub malam di Kota Makassar, Sabtu (5/1/2019) malam. Video yang diambil oleh pengunjung atau karyawan sky lounge Hotel Swiss Bell Makassar.

Dalam video yang viral di medsos itu terdapat keterangan, pria yang mengaku bupati tersebut memaksa band pengiring sky lounge untuk memainkan lagu request-nya, namun, permintaan pria itu belum bisa dipenuhi hingga akhirnya naik ke atas panggung dan memukul pemain band dan merusak sebagian alat musik.

Pengunjung termasuk security hotel pun melerai kebrutalan pria tersebut. Setelah situasi mulai reda, pemain band dan sejumlah karyawan yang terkena pukulan oleh pria yang mengaku bupati itu ramai-ramai menuju markas Polsekta Ujung Pandang untuk melaporkan kejadian tersebut.

Dilansir dari Kompas.com, Minggu (6/1), Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Dicky Sondani mengaku pihaknya belum bisa memastikan pelaku keributan di sky lounge Hotel Swiss Bell Makassar yang terletak di Jl Pasar Ikan tersebut.

Namun dia membenarkan pihaknya telah menerima laporan korban dan kasus tersebut sementara dalam proses penyelidikan.

“Sudah kita periksa sejumlah saksi dan korban terkait keributan itu. Dari keterangan sejumlah saksi, ada seseorang pengunjung live music di Gravity Swiss Bell yang tidak puas karena ada lagu yang dipesan tidak bisa dinyanyikan oleh penyanyi," katanya.

"Pengunjung ini marah-marah dengan memukul penyanyi perempuan dan pemain keyboard. Setelah itu, pelaku melarikan diri. Penyanyi melaporkan kasus pemukulan terhadap dirinya ke Polsek Unjung Pandang. Polisi sedang menyelidiki kasus tersebut.”

Dicky meminta semua pihak tetap tenang dan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Sebab, identitas pelaku belum diketahui dan masih diselidiki oleh aparat kepolisian.

Terpisah Kanit Reskrim Polsek Ujungpandang, AKP Abd Rahim yang dikonfirmasi mengungkapkan, perusakan mikrofon band diduga dilakukan oleh oknum bupati yang belum diketahui identitasnya itu telah dilaporkan pihak band yang tampil di cafe hotel.

Korbannya atau pelapor dugaan perusakan itu diketahui bernama Elda Mayasari.
Abd Rahim mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan pelaku pemukulan pemain band tersebut, apakah seorang pejabat atau bukan.

"Intinya masih dalam proses penyelidikan, kita belum tahu siapa pelakunya. Apakah seorang pejabat negara atau bukan, itu masih informasi yang belum jelas," ujar Abd Rahim.

Tags

Terkini