Jakarta, NAWACITA- Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan pengecekan ke Kantor Bea dan Cukai untuk memastikan informasi tentang tujuh kontainer surat suara yang sudah dicoblos yang ditemukan di Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (2/1).
Dari hasil tim KPU yang peninjaun dilapangan tidak menemukan apapun terkait informasi tersebut.
"Itu berita bohong. Kami telah melakukan pengecekan isu surat suara dalam tujuh kontainer yang masing-masing berisi 10 juta surat suara yang infonya sudah dicoblos untuk nomor 01, " kata Ketua KPU Arief Budiman usai melakukan pertemuan dengan pihak Bea dan Cukai Tanjung Priok, Rabu (2/1) malam.
Dijelaskan Arief, surat suara masih menjalani beberapa tahapan dan belum dicetak sama sekali.
“Kami menyesalkan adanya informasi bohong ini. Kami sendiri masih bekerja untuk memproses model surat suara yang akan dicetak,” ujarnya.
Hal yang sama pula dibenarkan oleh Komisioner KPU Hasyim Asyari. Dia menuturkan bahwa pengadaan surat suara prosesnya masih baru berjalan. Oleh karena itu surat suara dipastikan belum dicetak.
"Hari Jumat 4 Januari nanti ada undangan validasi kepada dua calon dan pengurus DPP partai politik untuk validasi surat suara. Artinya, pengadaan belum berjalan. Kalau sudah ada kabar barang cetakan itu mengesankan diam-diam siapa tahu KPU sudah mencetak. Kami pastikan KPU belum mencetak," katanya saat dikonfirmasi.
Untuk diketahui dalam melakukan pengecekan informasi tersebut, KPU tidak sendirian karena ditemani oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan pihak terkait lainnya.