Nganjuk, NAWACITAPOST.COM - Menanggapi adanya penanaman pohon pisang pada jalan poros yang ada di wilayah Dusun Sumberjo dan Sumberagung, Desa Dadapan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur Karyo Sulistiyono, S.Sos, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) komisi IV fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) angkat bicara.
Pada berita sebelumnya yang berjudul "Protes Jalan Rusak Parah, Warga Dusun Sumberjo dan Sumberagung Tanam Pohon Pisang" warga Desa Dadapan khususnya Dusun Sumberjo dan Sumberagung menanam pohon pisang di jalan poros Kabupaten sekitar kurang lebih lima (5) kilometer.
Informasi yang dihimpun jurnalis Nawacitapost.com aksi protes tersebut dikarenakan jalan Kabupaten tersebut tak kunjung diperbaiki selama kurun waktu kurang lebih lima (5) tahun terakhir, dan sudah diajukan permohonan oleh Pemerintah Desa sebanyak lima (5) kali.
Menurut anggota DPRD komisi IV fraksi Partai Golkar Karyo Sulistiyono mengatakan, apakah benar sudah ada pengajuan proposal permohonan pembangunan sebanyak lima (5) kali, atau apakah jalan tersebut merupakan skala prioritas Desa.
"Jalan tersebut memang sudah diusulkan baik dari Desa dan Kabupaten, dan ini akan kami usulkan terus di Pekerjaan Umum (PU), dan nanti kami akan tanyakan ke Desa usulan prioritas Desa yang mana," kata Karyo Sulistiyono yang biasa akrab disapa Karyo, pada Senin (15/5/2023) pagi di lapangan Desa Trayang, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Karyo menambahkan bahwa, jangan-jangan ada muatan politik dibalik kegiatan tersebut, dimana dugaan sementara Kepala Desa (Kades) Dadapan (Yuliantono red) adalah aktor dibalik layar.
"Karena kalau saya melihat katanya Kades sudah mengajukan proposal permohonan pembangunan sebanyak lima (5) kali, atau ada kemungkinan lain yang menumpangi kegiatan tersebut sehingga itu seakan-akan adalah warga masyarakat yang sakit hati," imbuh Kader Partai Golkar itu.
Lanjut Karyo, kalaupun itu jalan poros Kabupaten, apakah tidak mungkin dibangun dengan Dana Desa (DD) secara bertahap, kalau memang jalan tersebut adalah akses penting.
"Mungkin untuk sementara kan bisa menggunakan DD secara bertahap yang mana yang menurut Kades adalah skala prioritas, artinya untuk sementara dan bertahap menggunakan DD," ujarnya.
Setelah beberapa waktu kemudian Karyo kembali menghubungi jurnalis Nawacitapost.com melalui seluler dan menjelaskan bahwa, jalan tersebut sudah masuk dalam APBD, namun pelaksanaannya masih belum.
"Untuk jadwal pelaksanaan diperkirakan nanti pada bulan Juni atau Juli mendatang, itu sudah ada, dan proses namun tidak semuanya, tapi bertahap, dan sudah siap, tinggal pelaksanaannya saja," terangnya.
Masih tetap bersama Karyo, kedua untuk pelaksanaannya untuk sepanjang lima 5 kilometer itu bertahap, jadi tidak serta-merta langsung sekaligus.
"Berdasarkan informasi Pak Bupati Marhaen Djumadi hari ini juga langsung turun ke lapangan untuk survei jalan poros tersebut, sekali lagi pos anggaran untuk jalan tersebut sudah ada dan siap dibangun tahun ini, tapi bukan bulan ini," pungkasnya.(Skr/Sin)