Nganjuk, NAWACITAPOST.COM - Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024 suhu politik di Indonesia mulai memanas klaim sindiran dan membanding-bandingkan mulai dilontarkan elit partai politik.
Menanggapi hal tersebut Totok Budi Hartono, SH., MH. Ketua KSPD (Kelompok Studi Pengembangan Demokratisasi) melontarkan sindiran kepada Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang terlalu dipaksakan oleh bapaknya sendiri yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Presiden Republik Indonesia yang ke-6.
"Pemaksaan dari mantan Presiden SBY kaitannya dengan AHY tidak bisa dilakukan dengan cara-cara seperti itu, harusnya dengan cara yang alami," kata Totok Budi Hartono yang biasa disapa akrab Totok KSPD kepada jurnalis Nawacitapost.com pada Rabu (7/12/2022) melalui sambungan seluler.
Ia menambahkan karena cara tersebut tidak alami cenderung karbitan sehingga ucapannya banyak menimbulkan persepsi yang keliru, hingga dibully.
"Jadi statement AHY itu statement ngambang, sehingga serang sana serang sini, bahkan yang diserang juga ada pengikutnya, akhirnya mau tidak mau membully balik, sehingga bicara kelas kader karbitan itu kurang maksimal," imbuhnya.
Lanjut Totok mengatakan bahwa kalau AHY dibully itu, karena sikapnya yang belum begitu matang, dan cenderung dangkal.
"Dia (AHY red) serang sana, serang sini seharusnya pakai data, tidak menggunakan asumsi, namun dia (AHY red) saya menduga tidak disertai dengan data, yang mengakibatkan ketersinggungan netizen pendukung Pemerintah," ujarnya.
Totok menjelaskan bahwa, pada saat SBY sebelum menjadi Presiden ke-6 justru yang terlibat dalam Partai Demokrat adalah istrinya yakni Ani Yudhoyono, namun di Kongres Partai Demokrat 2010 ketika itu dimenangkan oleh Anas Urbaningrum.
"Didalam perjalanannya, Anas Urbaningrum diganggu dengan masalah korupsi Hambalang, yang mana Partai Demokrat pada saat itu dibawah kendali Anas Urbaningrum, yang pada akhirnya bisa dikatakan sebagai "Pengambilalihan paksa" oleh SBY ditengah jalan," ungkap Totok.
Totok menegaskan bahwa, mulai saat itu tampaknya SBY ingin menguasai Partai Demokrat sepenuhnya dengan cara-cara tertentu, termasuk terkesan menjerat si Anas Urbaningrum, yang mana saya kutip dari kata Gede Pasek Suardika mantan kader Partai Demokrat saat diwawancara di salah satu channel YouTube," pungkasnya.
Jurnalis: Sakera
Editor : Tiarsin
Kakanper Nganjuk - Kediri, Jawa Timur