Kamis, 4 Juni 2026

Pemimpin Wajah Berkerut dan Rambut Putih, Ala Totok Budi Hartono KSPD

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Senin, 5 Desember 2022 | 23:46 WIB

Opini, NAWACITAPOST.COM - Saya sebagai seorang Nasionalis tentu harus melihat posisi yang sekarang ini, apalagi yang disampaikan oleh Pak Jokowi (Presiden Republik Indonesia red) itu terkait dengan siapa yang bisa melanjutkan kebijakan Pak Jokowi.

Yang disebutkan itu persis seperti yang diharapkan masyarakat dan bangsa Indonesia, bahwa yang bisa melakukan itu hanya nomor Satu adalah Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah red).

Karena ini pertanggungjawaban kelompok-kelompok nasionalis bagaimana melihat Indonesia ke depan bagaimana melanjutkan komitmen Indonesia maju.

Artinya Indonesia maju itu adalah negara maju, harus mempunyai integritas tinggi seperti yang sudah dilakukan Presiden Republik Indonesia saat ini yakni Ir. Joko Widodo atau Pak Jokowi.

Ini harus ada yang melanjutkan, karena Pak Jokowi tidak main-main dengan kata yang dikeluarkan, artinya bisa dipertanggung jawabkan dan selama ini sudah banyak bukti bukan janji dan sekedar opini bukan juga hanya pandai berkata-kata tapi menunjukkan fakta.

Oleh karena harus dipersiapkan betul siapa yang melanjutkan Pak Jokowi sebagai Presiden di Republik ini, sehingga dengan Pak Jokowi memberikan gambaran bahwa rambut putih dan wajah berkerut itu adalah Ganjar Pranowo.

Pak Ganjar Pranowo itu tidak berbeda jauh dengan Pak Jokowi tentang integritas, karena integritas seorang pemimpin itu yang saya tandai ada tiga (3) diantaranya: jujur, berani dan cerdas.

Ketiga-tiganya menjadi satu ada pada diri Pak Ganjar Pranowo, jadi seorang yang memiliki integritas yang tinggi itu yang diharapkan Pak Jokowi, sekaligus bangsa kita juga kelompok nasionalis.

Untuk prestasi sudah tidak bisa diragukan lagi karena bisa dilihat dari rekam jejak sejak menjadi Gubernur Jawa Tengah, tentang bagaimana sikap anti korupsinya, juga mendorong tentang kondusivitas menjadi pelayan terbaik untuk masyarakat, jadi semuanya sudah tergambar terang pada diri Pak Ganjar Pranowo.

Nah terkait dengan rekom dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), PDIP tidak akan pernah melepas Ganjar Pranowo selaku kadernya, mungkin untuk saat ini hanya soal momentum saja yang kurang tepat waktunya.

Saya yakin bahwa PDIP akan mencalonkan Ganjar Pranowo menjadi capres di pemilu tahun 2024, dan yang menjadi fenomena saat ini adalah bagaimana Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang diciptakan mengarah kepada Pak Ganjar Pranowo ini sudah mulai menggeliat.

Jadi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sudah, Partai Amanat Nasional (PAN) kemarin juga sudah mendorong untuk segera mendeklarasikan namanya Ganjar Pranowo, jadi KIB itu tetap pada posisi Ganjar Pranowo tidak terpengaruh oleh PDIP.

Jadi andaikan PDIP nanti tidak mencalonkan Ganjar Pranowo, maka KIB tetap pada posisi Ganjar Pranowo, namun kalau PDIP mencalonkan Ganjar Pranowo secara otomatis akan include ke PDIP.

Terkait dengan adanya PDIP mempromosikan Puan Maharani (Ketua DPR RI red) saat ini sudah mulai mengendor, oleh karena itu ini nanti tidak akan menjadi krusial politik.

Dengan mengendornya minat bangsa Indonesia terhadap Puan Maharani, kemungkinan besar PDIP akan mendorong Ganjar Pranowo menjadi Capres di tahun 2024 namun untuk deklarasi menunggu waktu yang tepat.

Kemungkinan besar dalam waktu dekat yang diisukan sampai tanggal 10 Januari 2023 pada saat ulang tahun PDIP kemungkinan besar pada saat itulah Ganjar Pranowo akan dideklarasikan.

Tafsiran saya dari angka 100 persen Pak Ganjar Pranowo mendapatkan angka 99 persen, karena kelompok nasionalis ini sudah teruji dalam 10 tahun dalam kekuasaan Pak Jokowi.

Maka kalau PDIP tidak melanjutkan perjalanan ini sebagai Partai besar akan terancam kehilangan momentum, oleh karena itu PDIP saya rasa tidak akan pernah berani melepaskan Ganjar Pranowo.

Nganjuk, Jawa Timur Senin 5 Desember 2022

Oleh Totok Budi Hartono, SH., MH.
Ketua (KSPD) Kelompok Studi Pengembangan Demokratisasi

Jurnalis: Sakera
Editor    : Tiarsin
Kakanper Nganjuk - Kediri, Jawa Timur

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini