Selasa, 28 Juli 2026

Polisi Ungkap Penyebab Tewasnya Mahasiswa UNS, Gibran Rakabuming Bertanggung Jawab

Photo Author
Reski kurnia, Nawacita Post
- Rabu, 27 Oktober 2021 | 09:30 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Kejadian pilu menimpa keluarga mahasiswa Universeitas Negeri Sebelas Maret (UNS), pasalnya mahasiswa itu meninggal dunia saat mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklat) Pra Gladi Patria XXXVI Resimen Mahasiswa (Menwa). Kejadian ini lantas memantik perhatian warganet hingga menjadi trending di Twitter.

Polisi mengungkapkan kematian mahasiswa ini diduga adanya kekerasan berupa pemukulan yang melukai kepalanya. Sehingga GE mengalami penyumbatan di bagian otaknya.

"Korban terkena beberapa pukulan di bagian kepala. Korban meninggal diduga akibat terjadi penyumbatan di bagian otak," kata Iqbal dilansir Tribun Solo, Rabu (27/10/2021).

Berdasarkan keterangannya Iqbal mengungkapkan bahwa hasil autopsi ditemukan tanda-tanda kekerasan. Namun kekerasan yang dialami GE masih menjadi rahasia pihak kepolisian, hasilnya akan secara resmi diumumkan pada minggu ini.

Baca Juga : Gebyar Akhir Tahun ! Nawacita TV Gelar Kontes Berhadiah Jutaan Rupiah

Saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap tersangka dari kasus kematian GE. Secara maraton, polisi melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi yang terlibat dalam tewasnya GE.

Atas kasus ini, Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa akan bertanggung jawab secara penuh. Menurutnya, kejadian yang ada di Kota Solo tersebut masih menjadi tugasnya sebagai orang nomor satu.

"Kejadian apa pun yang terjadi di Kota Solo itu tanggung jawab saya," ungkap dia, Selasa (26/10/2021).

Cek Berita viral di TikTok NAWACITA, klik Disini


"Sudah nanti saya koordinasikan dengan Pak Rektor, lagi diurus Pak Kapolres, kita tunggu saja hasil penyelidikan," ujarnya.

Disamping itu Gibran menyampaikan permohonan maaf atas kasus yang mempermalukan ini. "Saya mohon maaf, nanti kita tunggu saja hasil autopsinya seperti apa, yang jelas saya menyayangkan atas kejadian seperti itu. Bikin malu," tegasnya.

Menanggapi Diklat yang kerap merenggut nyawa bahkan kental dengan kekerasan, Giran mengatakan bahwa mahasiswa untuk tidak berlebihan. "ya jangan berlebihan, jangan sampai kejadian ini terulang lagi," tutupnya.

https://youtu.be/JAVE0lT4YRU

Editor: Reski kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini