Surabaya NAWACITAPOST – Beratnya mekanisme pemberian sanksi dan hukuman bagi petugas yang melanggar di satuan BPB Linmas, diduga adalah penyebab meninggalnya Irene Widya Ayu Ningrum.
Beberapa pihak, termasuk dari kalangan dewan sudah berkoordinasi untuk segera memanggil kesatuan tersebut.
" Pekan ini, kami akan panggil BPP Linmas untuk mengevaluasi mekanisme pemberian sanksi dan hukuman bagi petugas yang melanggar, " Ujar Pertiwi Ayu Krishna, ketua Komisi A DPRD kota Surabaya, Minggu 12 September 2021.
Ayu mengaku prihatin, mendengar kasus meninggalnya perempuan 25 tahun ini. Yang lebih memprihatinkan adalah penyebab meninggalnya warga Darmokali itu diduga karena kelelahan.
“Kabarnya meninggal karena kelelahan. Iku yak opo kok bisa sampai terjadi seperti itu,” ujarnya kepada Nawacitapost.com.
Wakil ketua bidang organisasi Golkar Surabaya itu juga sempat mencari informasi terkait keluarga Irene.
Dari informasi yang dihimpun, Irene merupakan merupakan alumni psikologi Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) dan baru saja bertunangan.
" Dia mau menikah dalam waktu dekat. Kapannya, saya belum tahu. Ini pihak keluarga masih berduka,” tutur Ayu.
Menurut Ayu, kejadian tersebut seharusnya menjadi tamparan keras bagi pemerintah kota (pemkot).
Jangan sampai kejadian meninggalnya personel ketika orientasi tahun 2016 lalu terulang lagi.
“Kita tidak ingin kejadian serupa terulang dan kenyataannya hari ini terulang kembali. Ini harus ditanggapi serius oleh wali kota,” ucapnya.
Ayu memastikan akan memanggil BPB Linmas pekan ini. Organisasi perangkat daerah (OPD) yang juga berada di strktur inti Satgas Covid-19 Kota Surabaya itu akan dimintai penjelasan terkait meninggalnya Irene.
“Khususnya terkait mekanisme sanksi bagi anggota yang melanggar. Kok bisa sampai seperti itu,” katanya.
Dikutip dari beberapa sumber, Kepala BPB Linmas Irvan Widyanto berdalih kondisi pandemi Covid-19 pada Juni sampai Agustus sangat menguras tenaga.
Tidak hanya petugas lapangan. Para pejabat di level kepala OPD (organisasi perangkat daerah), sampai level paling bawah kewalahan.