Surabaya NAWACITAPOST - Ketua Komisi D DPRD kota Surabaya, Khusnul Khotimah mengapresiasi langkah pemerintah kota Surabaya bersama masyarakat untuk terus bergotong royong melakukan berbagai upaya memutus mata rantai penularan covid -19. Salah satunya adalah dengan menyulap lapangan tembak menjadi rumah sakit lapangan dengan kapasitas 500 bed. Upaya ini dilakukan mengingat jumlah ketersediaan BOR ( bed occupancy ratio ) yang sudah penuh.
Namun disisi lain, Politisi PDI Perjuangan ini berharap Pemkot juga wajib memberi perhatian serius terkait hasil swab PCR yang tidak bisa segera diketahui mengingat loading Labkesda ( Laboratorium kesehatan daerah, red ) yang cukup tinggi.
" Lalu perbekalan farmasi seperti obat anti virus, vitamin, dan obat yang lain, kita harapkan jangan sampai kurang," ungkap Khusnul disela WFH-nya, kepada Nawacitapost melalui sambungan selular, Rabu (7/7/21)
Hal lain yang sangat dibutuhkan saat ini adalah tenaga nakes ( nakes ) sebagai suport keberadaan rumah sakit dilapangan.
Dalam hal ini, Khusnul bersaran agar pemkot bisa bekerja sama dengan perguruan tinggi fakultas ilmu kesehatan guna pemenuhan tenaga kesehatan.
" Kami juga mendorong gugus tugas untuk melakukan sweping terhadap apotik atau penyedia obat dan juga penyedia oksigen agar tidak mengambil manfaat dari kondisi surabaya saat ini dengan melakukan penimbunan obat anti virus maupun vitamin," ungkapnya.
Terkutip dari website https://lawancovid-19.surabaya.go.id , hingga kemarin, Selasa (6/7/21), angka kumulatif konfirmasi positif Covid mencapai 25.825 orang. Dalam perawatan sebanyak 816 orang, terkonfirmasi sembuh sebanyak 23.594 orang, sedangkan yang meninggal mencapai angka 1.415 orang.
Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sedang ngebut mempersiapkan Rumah Sakit Lapangan Tembak di Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya. Yang saat ini sudah mulai tahap pemasangan tempat tidur bantuan dari Kementerian Sosial. (BNW)