Surabaya NAWACITAPOST - Akibat polusi debu yang berkepanjangan, Warga Rungkut Kidul Gg. majemuk "Ngeluruk" ke beberapa perusahaan dibawah naungan PT. SIER, Rabu (17/3/21).
Aksi unjuk rasa yang terwakili kaum ibu dan anak kecil ini, berjalan sekitar 2 kilometer dari kampung mereka ke PT. Nagasakti, kemudian berjalan beriringan dengan membentangkan beberapa spanduk ke PT SC Johnson Family Company dan terakhir ke PT Smart Tbk.
Dalam orasinya, perwakilan dari warga Rungkut Kidul Sri Setiani atau biasa dipanggil Anik Sosis ini meneriakkan permintaan tanggung jawab dari ketiga perusahaan yang dianggap telah mencemari lingkungan pemukiman mereka.
Perwakilan warga Rungkut Kidul Sri Setiani atau biasa dipanggil Anik Sosis saat berorasi dengan memperlihatkan gumpalan debu
" Kami dan anak anak tidak mau keracunan," ujar perempuan yang tengah hamil 5 bulan diatas sebuah truk sound system.
Disitu ia mengaku, sudah enam bulan setiap hari berhasil mengumpulkan sekarung debu yang mirip pasir hitam, yang diduga berasal dari limbah pembakaran batu bara dari perusahaan yang bersangkutan.
Sementara ini, menurut Anik, warga hanya diberi sembako dan jaminan kesehatan gratis.
" Kami tidak butuh itu, kesehatan kami juga sudah ditanggung Pemerintah. Yang kami butuh adalah Hentikan pencemaran secepatnya," teriaknya.
Sementara Angga koordinator aksi menjelaskan sudah enam bulan hujan debu menyiksa warga RW03 dan sebagian RW2 diwilayah bantaran kali Rungkut Kidul Gg. Majemuk.
" Kami tidak merasa terwakili dengan adanya proses di Lembaga Dewan tempo hari, maka dari itu warga Gg. Majemuk berinisiatif melakukan gugatan dan somasi kepada perusahaan yang bersangkutan," ungkapnya.
-
Angga menjelaskan, di Gg. Majemuk ada kurang lebih 500 KK yang sampai dengan saat ini belum ada pertanggung jawaban dari perusahaan yang bersangkutan. Padahal, debu yang dirasakan lebih luar biasa dari warga RW yang lain.
Warga, menurut Angga, meminta debu bisa hilang dan ada kompensasi kepada warga yang selama 6 bulan ini terpaksa menghirup limbah debu yang diduga akan berdampak kesehatan dibelakang hari.
Hingga berita ini dimuat, penulis sudah berusaha meminta info kepada perusahaan yang bersangkutan yakni pihak PT. Nagasakti yang memproduksi pipa PVC, PT SC Johnson Family Company yang memproduksi Baygon dan PT Smart Tbk yang selama ini memproduksi minyak goreng Filma masih belum berkenan memberikan keterangan.
Sementara perwakilan PT SIER dan pihak Kecamatan Rungkut memilih bungkam saat terlihat di lokasi.
Penulis : Nawi_081232614854