Foto : Penandatangan berita acara serah terima program kegiatan TMMD
Dandim Kota Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan SIP menyampaikan pada (02/03/2021) ke Nawacitapost. Bahwa cukup banyak personel yang diterjunkan dan melibatkan juga masyarakat. “Untuk pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap 1 ini kita merencanakan untuk personel dari Kodim sendiri itu sebanyak 36 orang. Kemudian dari masyarakat sekitar perhari sebanyak 50 orang masyarakat untuk membantu. Sejak dari hari ini tanggal 2 Maret, sampai dengan penutupan nanti tanggal 31 Maret,” jelasnya.
-
Lebih lanjut Dandim menjelaskan bahwa TMMD mengarah ke sasaran fisik dan non fisik. “Selain sasaran fisik, kita laksanakan non fisik juga. Melaksanakan penyuluhan – penyuluhan juga. Baik berbagai macam ya tentang kesehatan lingkungan. Kemudian bahaya narkoba dan tentang Covid juga. Untuk penentuan lokasi ini sendiri kami bekerja sama dengan pihak Pemkot Pekalongan. Yang mana untuk penentuan lokasi Sengkuyung Tahap 1 ini ditentukan dari Dinas PMD ya. Dan juga ini merupakan berdasarkan pengajuan – pengajuan dari Kelurahan – Kelurahan maupun dari Kecamatan,” lanjutnya.
BACA JUGA: Ternyata! Wali Kota Bekasi Pepen Pernah Jalani Pahitnya Hidup
Disinggung mengenai sasaran fisik dan non fisik dalam realisasinya, Hamonangan pun menyebutkan bahwa itu berupa peninggian bahu jalan, pengaspalan dan pembangunan talut imbangan. “Untuk sasaran fisik kita laksanakan peninggian bahu jalan. Dan sampai dengan level pengaspalan sepanjang 281 meter. Kemudian kita juga membangun talut imbangan sebelah kanan jalan. Gunanya supaya pada saat peninggian itu tanahnya tidak bergeser. Targetnya kita harapkan untuk lokasi ini jalannya sudah akan lebih baik dari sekarang. Kemudian dapat memperlancar perekonomian masyarakat,” tukasnya.
-
Sementara, Walikota Pekalongan H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, SE (Aaf) pun menyampaikan bahwa pembangunan fisik dan non fisik harus cepat diselesaikan. Pasalnya menurutnya kondisi sudah cukup mengkhawatirkan. “Cukup mengkhawatirkan ya. Apalagi hujan tadi malam ini sangat luar biasa. Saya selalu berkoordinasi terus dengan Forkopimda. Saya selalu berkoordinasi terus lewat grup. Ada juga grup kita. Tadi malam bahkan Pak Dandim telpon saya. Bro jangan tidur bro. Niki Pekalongan banjir. Sing turu ke sapa Pak. Ya kita pantau terus. Jadi memang curah hujan yang sangat luar biasa. Ini menjadi pertanda juga buat Kota Pekalongan. Bahwa hujan satu dua jam ya di beberapa daerah sudah tergenang air,” terangnya.
-
“Ya kalau kita lihat Alhamdulillah untuk debit air sungai masih aman. Tetapi hanya dari air hujan, ternyata genangan air dimana – mana. Nah ini berarti menandakan bahwa drainase kita perlu perbaikan atau perlu penanganan secara serius untuk mengurangi dampak banjir maupun genangan air di Kota Pekalongan ini. Nah Alhamdulillah ada beberapa program, ini yang kita harapkan juga program TMMD ini bisa bersinergi untuk sama – sama mengurangi permasalahan yang ada di Kota Pekalongan. Semuanya sudah luar biasa dalam hal pencanangan atau membangun dari kejadian banjir Pemkot di Kota Pekalongan ini,” imbuh Walikota.
-
Walikota pun menjelaskan bahwa berbagai pihak bersinergi dengan penuh kekompakan. “Kita lihat sendiri , TNI bersama Pak Dandim membikin dapur umum yang sampai sekarang ini juga masih berjalan. Dari Kejaksaan kita juga mengikuti kegiatan – kegiatan, selalu berbagi nasi bungkus ya. Dan dari Kapolres selalu juga berbagi sembako kepada masyarakat. Ketua DPRD sama ya. Kemarin diundang ya. Sinergitas ini yang harus kita galakkan. Sinergitas ini yang harus terus kita perkerah lagi. Karena mumpung semuanya baru. Mari kita bersinergi juga. Saya bersama Pak Salahudin baru dilantik hari Jumat kemarin,” ungkapnya.
BACA JUGA: Polres Pekalongan Kota Salurkan Bantuan Kemanusiaan dari OASE KIM
“Pak Dandim juga baru enam bulan di Kota Pekalongan. Pak Kapolres sama tiga bulan. Pak Ketua DPRD baru Jumat ya. Ayo kita tanam sinergitas ini sama – sama membangun Kota Pekalongan. Bersama – sama menyelesaikan permasalahan di Kota Pekalongan yang berorientasi tetap kepada masyarakat. Ya ini TMMD tahap pertama Tahun Anggaran 2021. Ini memang kita tinjau. Jadi ada peninggian tanggul. Jadi untuk bisa meminimalisir dampak banjir dari warga Poncol. Mudah – mudahan lah ini pembangunan bermanfaat setelah kemarin kejadian banjir di Kota Pekalongan pada tahun ini. Semua pembangunan kita prioritaskan untuk penanganan banjir dan rob,” papar Aaf.
-
Aaf juga berharap adanya partisipasi aktif dari masyarakat untuk program TMMD. “Harapannya ini kita juga melihat bagaimana masyarakat ikut guyub, ikut kerja bakti. Ada Pak RT, Pak Lurah, Bu Camat. Ini kita juga ngelihatnya ikut senang. Warga disamping tidak hanya menerima hasil, semua warga bisa berpartisipasi. Nah harapannya kedepan partisipasi warga ini bukan hanya tentang pembangunan – pembangunan. Tetapi bagaimana juga perilaku keseharian yang bisa meminimalisir atau pencegahan dari dampak banjir itu sendiri. Seperti pembuangan sampah, kerja bakti untuk membersihkan selokan dan sebagainya. Dan ini kan warga yang disini, warga yang tahu wilayahnya,” tuturnya.
-
“Jadi laporan – laporan dari warga termasuk apa yang bisa dikerjasamakan, apa yang bisa dikerjabaktikan dan sebagainya. Ini harapannya peran warga bukan hanya di pembangunan untuk sekarang, tetapi kedepan seterusnya untuk pencegahan atau antisipasi tentang bagaimana dampak banjir yang ada di wilayahnya masing – masing. Mudah – mudahan sinergitas ini bisa memberikan kenyamanan dalam bekerja. Paling tidak kenyamanan dalam bekerja. Kalau semua bekerja itu nyaman, pasti bisa bersinergi, itu akan meningkatkan semangat kita meningkatkan daerah kita untuk menyelesaikan permasalahan – permasalahan yang ada di Kota Pekalongan.Saya ucapkan selamat, mudah – mudahan program TMMD bisa terus berjalan,” tandas Aaf. (Herdy Ramahwan/Ayu Yulia Yang)