Dengan ditandai pemukulan gong oleh Pjs Walikota Blitar Jumadi kegiatan tersebut dibuka selama tiga hari. Selain memamerkan jajanan dan kuliner, pada kegiatan itu juga ditampilkan pertunjukan seni budaya tari yang diisi oleh sanggar yang ada di Kota Blitar.
Pjs Wali Kota Blitar, Jumadi saat ditemui awak media mengatakan. Festival Wisata Kuliner dan Produk Unggulan itu bertujuan untuk menggali nilai budaya serta kuliner ciri khas daerah Kota Blitar.
Baca Juga : Pjs Wali Kota Blitar Pimpin Rapat Analisa dan Evaluasi Satgas Penanganan Covid-19
“Seperti tari yang ditampilkan, itu juga merupakan bentuk budaya dari kreatif ekonomi yang harus dikembangkan. Sehingga bisa menjadi salah satu pariwisata yang eksotis,” ucap Jumadi.
Adanya potensi kreatif ekonomi masyarakat yang berbasis budaya haruslah kita kemas menjadi satu rangkaian. Agar bisa menjadi nilai jual sehingga menjadi salah satu sumber perekonomian dan pendapatan yang ada di masyarakat Kota Blitar.
Lebih lanjut Jumadi menekankan, lima tahun ke depan Kota Blitar sudah tidak lagi memiliki resource. Sehingga saat ini harus mulai dipikirkan dan dimanfaatkan nilai adat budaya sebagai faktor utama penunjang ekonomi kemasyarakatan khususnya di Kota Blitar.
“Kepada Kepala Disparbud Kota Blitar untuk melakukan MOU dengan STSI Surakarta, untuk bersama-sama membangun dan mengembangkan SDM untuk membangun dengan berbasis budaya,” ungkap Jumadi.
"Setiap Kelurahan di Kota Blitar dapat memiliki sanggar, kedepannya setiap budaya yang disetiap daerah bisa dijadikan paket dimana nanti dapat nilai jual dan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang ke Kota Blitar. Dapat dikemas sebagai wisata edukasi, sehingga wisatawan mancanegara yang datang dan pulang ke asalnya memiliki suatu kenangan yang tak terlupakan,”pungkas Jumadi.
Sementara itu Kepala Disparbud Kota Blitar Tri Imam Prasetyo mengatakan. Kegiatan festival kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Dikarena kita masih berada di masa pandemic covid-19, jadi dikemas sangat berbeda. Sebelumnya kami mengadakan Festival terbuka dan mempersilahkan kepada masyrakat untuk datang dan mengunjungi stand yang ada.
Namun karena mempertimbangkan masa pandemi covid-19, "Festival hari ini kami adakan hanya sehari. Untuk produk kuliner kita langsung distribusikan ke Yayasan Anak Yatim Piatu, Lapas dan sebagainya,” tutur Tri.
Tri Imam mendatangkan sebanyak 25 pedagang minuman dan pedagang makanan dan jajanan pasar. Untuk Makanan Khasnya Blitar berasal dari Kampung Mint, Kampung Batik, kampong Bathok dan Kampung Wisata Blimbing Karangsari. (Adv/Humas/fm)