Kamis, 4 Juni 2026

9 Ruas Tol Baru yang Akan Dibangun Dengan Biaya Rp 100 Triliun

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Kamis, 24 September 2020 | 13:57 WIB
Jakarta,  - Pemerintah terus membangun jalan tol di Indonesia. Setidaknya ada 9 ruas tol baru yang sedang dalam proses dan mulai dibangun konstruksinya akhir tahun ini. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit. Dia pada mengatakan Jumat (18/9/2020). Dana investasi yang dibutuhkan untuk merealisasikan 9 ruas tol tersebut kurang lebih Rp 100 triliun. Ada 9 ruas baru. Dengan estimate biaya investasinya,Rp 100 triliun. Sumber dana untuk pembangunan jalan tol dilakukan dengan melakukan kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Skema itu memungkinkan badan usaha berinvestasi, ada yang secara penuh dan ada pula yang diberi dukungan pembiayaannya oleh pemerintah dalam bentuk viability gap fund (VGF). Jadi kalau kita lihat dari 9 ruas tol ini yang lead konsorsiumnya BUMN hanya 2. Ini sangat sejalan dengan semangat Pak Presiden untuk mendorong investasi tidak hanya di BUMN, tapi juga oleh swasta dalam menggerakkan bisnisnya tidak hanya menggerakkan modal dalam negeri tetapi juga investasi luar negeri, foreign investment itu juga masuk dalam proyek-proyek tol.

-
Foto : Uang
Baca Juga : PLN Tekor Selama Pandemi Covid-19

Berikut 9 ruas tol yang akan mulai dibangun, Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo 96,57 km, Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) 60,1 km, Kertajati-Cipali 3,6 km, North-South Link Bandung 14,2 km, Harbour Road Tanjung Priok-Pluit 8,9 km, Jogja-Bawen 75,83 km,  Gilimanuk-Mengwi 95,22 km, Kediri-Kertosono 20,3 km, Akses Tol Pelabuhan Patimban 37,7 km.  4.700 Km Tol Ditarget Operasi 2024. saat ini tol yang sudah beroperasi di Indonesia sepanjang 2.200 km. Sampai akhir 2024, pemerintah menargetkan sekitar 4.700 km tol beroperasi. Untuk memenuhi kewajiban di 2024 dengan 2.500 km jalan tol baru, jadi perkiraan  4.700 km di akhir 2024. Memang ini karena ada beberapa ruas baru tambahan yang sifatnya prakarsa, kalau Bina Marga memperkirakan pada akhir 2024 itu jumlah panjangnya 4.800 km, sedangkan estimasi 4.700 km. Jadi sebenarnya mirip dan itu mengakomodasi dinamika kalau ada perubahan-perubahan jumlah dan panjang investasi yang akan dilakukan. Jumlah panjang tersebut dinilai masih tetap kalah jauh dibanding China dan Malaysia. Namun kedua negara itu disebut tidak bisa dibandingkan dengan Indonesia karena letak geografisnya yang berbeda. Secara panjang kalau dibandingkan China itu masih cukup jauh. Kalau 2.200 km yang sudah beroperasi, mereka sudah 50x lebih terutama di China untuk jalan tol. Sebenarnya kalau dibandingkan dengan China itu sangat berbeda karena mereka rata-rata semua daratan, sedangkan di indonesia itu pulau-pulau sehingga komparasi dengan China maupun Malaysia kurang cocok.

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini