BACA JUGA: Mahfud MD Gentle, Amien Rais Curang Sepertinya Tidak Deliver
Foto : Ilustrasi
Keterkaitan popular dengan Pilkada begitu erat. Populer memang menjadi nilai tambah bagi seorang kandidat. Elektabilitas menambah kepercayaan diri kandidat untuk menang. Salah satu model yang dikenal dalam hubungan survei dan perilaku pemilih adalah efek bandwagon. Argumen akan berorientasi dalam efek bandwagon. Yakni seorang pemilih akan cenderung memilih seorang kandidat atau partai politik yang mana diopinikan akan memenangkan pemilu. Pemilih cenderung mengikuti pendapat mayoritas. Meskipun memang tak semua kandidat yang diopinikan menang akan keluar sebagai pemenang pemilu. Hasil poling yang dilakukan pra pemilu bisa mempengaruhi keputusan seorang pemilih. Kemenangan dalam poling bisa menghadirkan kemenangan sungguhan di hari pencoblosan. Atau bisa dikatakan menjadi self-fulfilling prophecy. Namun, tak selamanya demikian. Menunjukkan bahwa sosok seorang kandidat tak melulu dapat menjadi jaminan dalam memenangkan pemilu. Diperlukan kredibilitas kandidat, program kerja kandidat dan partai politik.
BACA JUGA: Indonesia Makin Mesra dengan China, Bisa Saja Rupiah Bikin Anjlok Dollar Amerika
-
Ketertarikan akan pendatang baru dalam Pilkada serentak bulan Desember 2020 nanti, Otoli Zebua selaku masyarakat angkat bicara. Memang dirinya merupakan salah satu masyarakat berdarah Nias. Baginya terasa mengairahkan demokrasi di Indonesia. Masyarakat kembali memilih kepala daerah tingkat propinsi dan kabupaten dan atau kota. Ada tiga kategori para calon yang mau maju. Mantan, incumbent dan pendatang baru. Kalau diperhatikan untuk pendatang baru, hal yang menarik adalah belum punya pengalaman menjadi kepala daerah. Masyarakat juga belum tahu kemampuan pasangan calon kepala daerah memimpin wilayah. Masyarakat hanya bisa menilai dari latar belakang dan visi misi. Khusus pendatang baru, punya kelebihan bisa melihat titik lemah pemimpin sebelumnya. Biasanya mulai membangun narasi untuk meyakinkan bahwa lebih baik. Semua tentunya bisa menjadi pemilih yang harus beri kesempatan kepada pendatang baru. Tentunya untuk bisa menyampaikan visi misinya. Yang mana nantinya akan dinilai oleh masyarakat. Terlebih kemampuan meyakinkan pemilih penting untuk diperhatikan. Meskipun tidak selalu demikian akan menghasilkan kemenangan. (Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?