Kamis, 4 Juni 2026

Dirgahayu Indonesia, Muhammad Tito Andrianto Terkenang Sejarah Kemerdekaan

Photo Author
Ayu Yulia Yang, Nawacita Post
- Senin, 17 Agustus 2020 | 14:53 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST – Indonesia menjalani sejarah panjang untuk menjadi negara merdeka. Sejarah yang memang dijalani bangsa Indonesia kala itu. Salah satunya proklamator Ir. Soekarno atau dikenal Bung Karno dan Drs. Moh. Hatta. Sebelumnya dilalui peristiwa rengasdengklok. Terjadi 14 Agustus 1945, golongan pemuda yang terdiri dari Sutan Syahrir, Chaerul Saleh, Wikana, dan Darwis mendesak golongan tua. Yaitu Soekarno dan Moh. Hatta untuk segera melangsungkan kemerdekaan. Namun menurut golongan tua, Indonesia harus memiliki strategi lebih matang untuk melangsungkan kemerdekaan. Lantas kelompok pemuda menculik Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok, Kerawang, 16 Agustus 1945 pukul 03.00 WIB. Mendesak untuk mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Lalu, terjadilah kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno, Moh. Hatta, dan Mr. Achmad Subardjo. Tak lain dengan golongan muda tentang waktu pelaksanaan proklamasi akan dilaksanakan.

BACA JUGA: Cantiknya Istri Erick Thohir Bak Seorang Permaisuri

Foto : Muhammad Tito Andrianto, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Selatan (Jaksel) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham)

Setelah melakukan kesepakatan antara golongan muda dan tua, diadakanlah pertemuan PPKI di rumah Laksamana Maeda. Laksamana Maeda merupakan Kepala Kantor Penghubung Angkatan Laut Jepang. Dianggap menjadi tempat paling aman untuk melakukan perumusan teks proklamasi. Rapat bertujuan untuk merumuskan teks proklamasi. Dihadari oleh pihak dari golongan tua dan golongan muda pada tanggal 16 Agustus 1945. Teks proklamasi diketik oleh Sayuti Melik. Pada 17 Agustus 1945, para tokoh ploklamator mendatangi rumah Soekarno. Yang mana terletak di Jalan Pegangsaan Timur nomor 56 untuk membacakan teks proklamasi. Prosesi berjalan dengan lancar dengan beberapa susunan acara lainnya. Seperti pengibaran bendera Merah Putih oleh Latief Hendraningrat, Suhud Sastro Kusumo dan Surastri Karma (SK) Trimurti. Bendera Merah Putih sendiri dijahit oleh Fatmawati, istri Soekarno. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh beberapa walikota yaitu Suwiryo dan dr. Muwardi.

BACA JUGA: Putra Amien Rais Langgar UU Penerbangan, Keselamatan Nyawa Orang Bisa Terancam

-
Foto : Muhammad Tito Andrianto,Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Selatan (Jaksel) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) bersama Gubernur Jabar, Ridwan Kamil

Oleh karenanya sebagai penerus kemerdekaan, senantiasa bisa melanjutkan cita – cita dan perjuangan Bung Karno. Tidak mudah melalui proses menuju kemerdekaan. Kini sedang diteruskan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Yasonna selaku Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) bersama jajaran. Termasuk juga dilakukan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Selatan (Jaksel) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Muhammad Tito Andrianto dibawah naungan Kemenkumham. Dirgahayu Indonesia. Selalu berusaha menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik mungkin. Menekankan semangat perjuangan kepada diri sendiri dan para jajaran. Memberikan kemudahan kepada masyarakat beragam lapisan. Seperti memberikan pelayanan pembuatan paspor simpatik yang dilaksanakan setiap hari libur kerja dan Sabtu. Kemudian ada juga program pelayanan paspor masuk desa. Masih banyak program lain akan dilaksanakan untuk memudahkan akses pelayanan keimigrasian di Kemenkumham. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Editor: Ayu Yulia Yang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini