BACA JUGA: PPNI bersama Harif Fadhillah Peroleh Rekor MURI Lewat Langkah Cuci Tangan yang Benar
Foto : Ketua Umum DPP PPNI, Harif Fadhillah dan jajaran pengurus
Harif Fadhillah atau disapa Harif berkuliah jurusan hukum. Semata – mata untuk mengetahui prosedur hukum. Tak lain untuk membenahi PPNI secara menyeluruh. Mengurus legalitasnya. Menertibkan aturan. Menegakkan badan hukum PPNI pada 2012. Kemudian menertiban administrasi dan keanggotaan. Membangun gedung resmi seharga miliaran sampai lantai 3. Sempat miris, ditagih biaya tidak jelas untuk gedung lama. Tapi bisa diluruskan. Bahkan, rela meninggalkan profesi perawat untuk PPNI. Fokus menghandle PPNI. Harif memperjuangkan Undang – Undang (UU) Keperawatan. Memayungi kepentingan masyarakat. Sehingga bisa dibilang jasa terbesar. Karena apabila memberikan jasa yang tidak benar maka akan tergilas. Ada 27 kali datang ke DPR (Dewan Perwakilan Rakyat).
-
Kemudian juga membuat perangkat. Berupa Peraturan Organisasi, Pedoman Tata Laksana Organisasi dan pedoman lainnya. Dalam UU memberikan instrument. Mendapatkan izin atas rekomendasi PPNI. Setiap kebutuhan anggota akan diperjuangkan. Apabila mengenai hukum, maka dibuat badan bantuan hukum. Banyak juga memang kasus permasalahan terkait hukum. Ada sekitar puluhan kasus. Kemudian diberikan lawyer. Digratiskan untuk anggota dan ditanggung oleh organisasi PPNI. Hanya tinggal mengikuti proses hukumnya saja. Masalah kesejahteraan, insentif tidak keluar maka akan maju ke DPR, pemerintah daerah (pemda) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kemudian kesulitan memperpanjang izin akan dibantu. SKP (Sasaran Kinerja Pegawai) sulit didapatkan akan dibantu. Diberikan secara gratis. Sehingga mempermudah anggota.
-
Dilanjutkan juga memberikan langkah cuci tangan yang benar. Dilakukan serentak se Indonesia. Melibatkan masyarakat agar mengerti tentang cuci tangan. Bukan sekadar terkana air dan sabun saja. Ada tahapannya. Lalu, periode kemarin bertentangan dengan pemerintah utama Kemenkes. Dulu bahkan juga tidak dikenal orang. Kini lebih berusaha mengikuti mau pemerintah. Masuk ke dalam. Baru memberikan pandangan, bukan menolak secara frontal. Melakukan pendekatan emosional untuk pemberian pemahaman. Mengikutsertakan kementerian dan atau kelembagaan lain. Kemudian menyamakan soal kesetaraan lulusan sekolah untuk keperawatan. Tidak pernah bertentangan dengan kebijakan kesehatan. Organisasi profesi kesehatan dikumpulkan dalam pertemuan rutin.
-
Diundang, dihadirkan narasumber pembicara dari berbagai aspek, diberikan materi, diskusi dan diberikan transport. Sehingga terus menerus diminta untuk leading. Kemudian juga membuka PPNI peduli Covid 19. Membagikan ribuan APD (Alat Pelindung Diri) sampai miliaran dana dikucurkan untuk jangkau seluruh provinsi di Indonesia. Tentunya diluar bantuan dari pemerintah. Kemudian juga memberikan obat – obatan yang diperlukan untuk rumah sakit yang membutuhkan. Semua tentunya dilakukan untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk cinta. Tentunya terlebih akan terus semakin berkontribusi untuk Dirgahayu Indonesia. (Ayu Yulia Yang)
-