Jumat, 25 September 2026

Jemput Bola Suci, Kantor Imigrasi Madiun Tuntaskan Ratusan Paspor Haji Empat Daerah

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Jumat, 25 September 2026 | 10:49 WIB

NAWACITAPOST.COM — Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun mengambil langkah progresif dan humanis demi mengawal impian ribuan calon jemaah haji menuju Tanah Suci.
 
Lewat strategi jemput bola yang masif, instansi ini menggelar layanan penerbitan paspor khusus secara bergiliran di empat kabupaten/kota wilayah kerjanya sejak 19 Agustus 2026, memangkas jarak serta mengurai kepungan antrean yang kerap membayangi proses administrasi keimigrasian.

Langkah taktis yang digagas Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun ini menyasar secara bergantian calon jemaah haji dari Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Kabupaten Ngawi, hingga Kabupaten Magetan.
 
 
Skema rotasi antarwilayah ini dirancang sebagai bentuk pelayanan optimal menjelang musim keberangkatan haji, mengingat paspor merupakan dokumen vital yang menjadi syarat mutlak perjalanan ibadah.
 
 
Dengan sistem bergiliran yang terstruktur ketat, para jemaah tidak perlu lagi berebut antrean pada waktu bersamaan, sehingga alur pengurusan berlangsung jauh lebih tertib, efektif, dan terukur.

Dampak positif dari gebrakan ini tercermin nyata dari tingginya angka penyelesaian berkas. Dari total kuota 1.618 calon jemaah haji yang tersebar di empat daerah tersebut, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun telah berhasil menyelesaikan sebanyak 973 permohonan paspor.
 

Berdasarkan data rincian capaian layanan:

  • Kabupaten Magetan: Mencatatkan angka pemohon terbanyak, yakni 385 paspor tuntas dari total kuota 700 calon jemaah haji.
  • Kabupaten Madiun: Memproses 250 pemohon dari total kuota 461 calon jemaah haji.
  • Kabupaten Ngawi: Mengirimkan 183 pemohon dari total kuota 286 calon jemaah haji.
  • Kota Madiun: Menyelesaikan 155 pemohon dari total kuota 171 calon jemaah haji.
Keberhasilan penanganan pendaftaran ini ditopang oleh dua jalur utama yang disiapkan Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun, yakni penyediaan booth khusus di kantor imigrasi serta optimalisasi program unggulan Eazy Passport.

Layanan Eazy Passport menjadi pahlawan bagi jemaah, khususnya para lansia dan mereka yang memiliki keterbatasan fisik.
 
Melalui mekanisme ini, petugas Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun mendatangi langsung titik lokasi yang telah dijadwalkan di Kantor Kementerian Haji dan Umrah pada masing-masing kabupaten/kota.
 
Calon jemaah cukup hadir satu kali di lokasi setempat untuk menjalani rangkaian proses yang mencakup verifikasi berkas, perekaman data biometrik, hingga wawancara tanpa perlu menempuh perjalanan jauh ke Kantor Imigrasi Madiun.
 
 

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun, Arief Adi Prayogo, menegaskan bahwa seluruh jajarannya terus dikerahkan untuk mengoptimalkan pelayanan bagi para tamu Allah, mengingat cakupan wilayah kerja instansinya yang sangat luas.

“Layanan penerbitan paspor haji secara bergiliran ini kami hadirkan agar calon jemaah haji dari empat kabupaten/kota dapat dengan mudah mendapatkan layanan keimigrasian. Kami ingin memastikan seluruh dokumen keimigrasian calon jemaah haji selesai jauh-jauh hari sebelum jadwal keberangkatan," ujar Arief.

Lebih lanjut, Arief menjelaskan bahwa terobosan pelayanan bergiliran ini merupakan wujud nyata komitmen Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji nasional, sekaligus bukti solidnya sinergi lintas instansi antara Imigrasi, Kementerian Haji dan Umrah, serta pemerintah daerah setempat.
 

"Kami berterima kasih atas kerja sama yang baik dengan Kantor Kementerian Haji dan Umrah serta pemerintah daerah di Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Kapubaten Ngawi, dan Kabupaten Magetan. Ke depan, kami akan terus mengoptimalkan layanan Eazy Passport agar masyarakat semakin mudah dalam mengurus paspor," pungkas Arief.

Melalui capaian signifikan ini, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun berharap seluruh calon jemaah haji dari empat wilayah cakupan dapat memegang dokumen perjalanan mereka lebih awal tanpa kendala teknis.
 
Penguatan layanan ini sekaligus menjadi bukti riil dari semangat "Imigrasi untuk Rakyat", di mana Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun terus berinovasi mendekatkan diri, meruntuhkan batasan jarak, dan mempermudah akses pelayanan publik bagi seluruh lapisan masyarakat.

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini