BACA JUGA: Duo Dachi Tantang Incumbent Hilarius Duha, Idealisman Bakal Terjungkal
10 pekerja sub kontraktor PT IKPP Perawang telah dirawat di rumah sakit swasta di Pekanbaru. Sementara 6 orang lainya mengikuti masa isolasi di mes sub kontraktor di Kecamatan Tualang Kabupaten Siak, Riau. Sebelumnya terdapat 16 pekerja sub kontraktor didatangkan dari Sumsel. Yang mana akan direncanakan bekerja di Perawang Kecamatan Tualang Kabupaten Siak. Dari hasil swabnya sebanyak 10 orang terkonfirmasi positif. Pihaknya melakukan pengawasan terhadap karyawan sub kontraktor yang diisolasi. Kemudian sub kontraktor bersangkutan telah meminta pihaknya untuk melakukan isolasi mandiri. Yaitu dengan tempat yang sudah disediakan oleh pihak perusahaan PT. IKPP Mill Perawang. Pimpinan PT. IKPP Perawang melalui Humas PT IKPP Perawang Armadi, SE kepada media Nawacitapost.com menyampaikan. Jika hendak masuk ke lokasi pabrik atau mau bekerja di PT IKPP dahulukan wajib swab. Menjalani protokol kesehatan Covid 19 dengan benar.
BACA JUGA: Kasus Korupsi Masa Idealisman Dachi Perlu Dituntaskan Sebelum Pilkada
Jika sub kontraktor tidak mematuhi maka tidak segan - segan mengambil tindakan tegas. Terutama kepada PT sub kontraktor mitra kerja di PT. IKPP Mill Perawang. Semata - mata demi keamanan bersama. Kontraktor harus benar - benar mematuhi protokol kesehatan Covid 19. Informasi beredar adanya keberadaan pekerja luar yang bertempat tinggal di Kecamatan Tualang yang hampir 1000 - 1500 orang. Tak lain untuk pekerjaaan Stop Mesin ( Machine Shutdown). Tepatnya sesuai informasi awak media kepada Humas PT. IKPP Perawang Mill. Sementara, camat Tualang Zalik Effendi,S.Sos, beberapa Minggu yang lalu di ruang kerjanya menginformasikan. Ada beberapa pekerjaan Stop Mesin ( Machine Shutdown) yang dikerjakan oleh PT. Truba, PT. TDI dan PT. MPE sebagai mitra kerja PT. IKPP Perawang. Pekerjaannya adalah
?1. Modifikasi Pipa
?2. Perbaikan Mesin yang Rusak
?3. Schedule penggantian spare part mesin yg life time / habis masa kegunaanya.
?4. Penambahan line pipa baru
?5. Cleaning Machine / bersihkan mesin
?6. Preventife,Dan lain- lain.
Foto : Faisal, S.Hi sebagai Kepala Kampung Perawang Barat
Faisal, S.Hi sebagai Kepala Kampung Perawang Barat menjelaskan kepada wartawan Nawacitapost.com, pada Rabu 22 Juli 2020. Pihak Desa melalui RT dan atau RW, Minggu yang lalu sudah diingatkan. Tak lain agar pekerja yang datang dari luar untuk pekerjaan Stop Mesin (Machine Shutdown) bisa melaporkan dan menujukan Rapid Test dan Swab dari rumah sakit. Sebagai upaya agar benar - benar terkontrol dan tidak membawa virus yang mematikan. Sejak beroperasi Machine Shutdown ( Stop Mesin) di IKPP Perawang, seminggu lebih pihak manager belum melaporkan. Mengharapkan kerjasama ketegasan dari tugas gugus kecamatan 19. Baik dari tugas gugus Kampung Perawang Barat, Bhabin Kamtibmas, Babinsa dan RT atau RW untuk mendata kontraktor. Ada atau tidaknya dalam memiliki Surat Rapid Test dan Swab. Sedangkan karyawan IKPP tidak diperbolehkan keluar dari kecamatan Perawang. Keluarga karyawan dari luar Perawang mengikuti karantina selama 14 hari.
BACA JUGA: Jargon Kampanye Idealisman Dachi Dipilih Tak Dipilih Pasti Menang, Melebihi Tuhan?
Masyarakat jalan Mahoni Perawang Barat marah kepada kontraktor PT. Truba yang didatangkan dari OKI. Yang mana sekarang dirawat di rumah sakit Eka Hospital Pekanbaru. Lainnya sedang dikaratina di mess IKPP Perawang. Pihak PT. TDI Wahyudi sebagai manager perusahaan mengkonfimasi. Pihak PT. TDI mitra kerja PT. IKPP Mill Perawang telah melaporkan kedatangan pekerja kepada RT. Namun nama RTnya tidak diketahui. Jumlah pekerja yang didatangkan dari luar hanya 53 orang. 50 ornag dari Palembang dan 3 orng dari Jakarta. Sebelum mulai kerja, tiga hari terlebih dahulu di Rapid Test dan Swab di rumah sakit Eka Hospital. Yang mana telah ditunjuk oleh Perusahaan PT. IKPP Mill. Anggota kurang lebih 400 orang. Didatangkan dari orang yang ada di kabupaten Siak dan kecamatan Tualang khususnya diutamakan. Kalau ada isu dari luar semua tidak benar. Salah seorang karyawan dan tokoh Perawang Barat kecamatan Tualang Kabupaten Siak Riau, sebut nama samarannya, Budiman. Yang mana juga berdomisili di kampung Perawang Barat menyampaikan. Prihatin dan risau atas tidak ada kejujuran dari pihak perusahaan kontraktor PT. TDI mitra kerja PT. IKPP Perawang. Pekerja dari luar hanya 53 orang pada setiap pagi dan sore pulang kerja justru ada puluhan pekerja. Yang mana diangkut oleh mobil yang disediakan oleh PT. TDI.
BACA JUGA: Dr. Disiplin F. Manao, SH, MH Percaya Jodoh dari Tuhan Ketimbang Keinginan Manusia
Seharusnya ada ketegasan dari pihak manajemen perusahaan PT. IKPP Perawang jangan sampai membiarkan demikian begiu saja. Terbukti dalam sepekan kekhwatiran masyarakat sudah mulai gelisah akibat informasi dari pihak rumah sakit. Tepatnya melalui sekertaris gugus tugas Covid 19. Terlebih pada penitikberatan pernyataan di media online. Bahwa ada kontraktor dari luar Perawang positif 10 orang yang sedang dirawat di rumah sakit Eka Hospotal Pekanbaru. Padahal pihak perusahaan terbesar di Sumatera yang berada di kecamatan Tualang kabupaten Siak - Riau, PT. IKPP mengeluarkan edaran atau himbauan tegas kepada karyawanya. Bahwa karyawan dilarang keluar dari Perawang. Jika pergi ke Pekanbaru harus urus rekom dulu dari perusahaan. Apalagi keluarga yang datang dari luar daerah Riau harus mengikuti Rapid test di klinik idah kiat. Yang mana berada di KPR l kelurahan Perawang dan dikarantina selama 14 hari. Perlu dievaluasi surat edaran dari pihak perusahaan. Terlebih pada sebab rekrut dari luar diperbolehkan langsung bekerja setelah di Rapid Test. Malah tidak dikaratina sesuai ketentuan protokol kesehatan Covid 19. Tanda tanya edaran hanya merupakan alat untuk menakut - nakuti karyawanya. Ataukah memang ada tujuan lain. (Sokhiaro Halawa)
-