Surabaya NAWACITAPOST - Masa Reses DPRD Kota Surabaya 15-20 Juni sudah berlalu, namun masih menyisakan banyak aspirasi masyarakat yang harus ditindaklanjuti.
Anggota DPRD dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Alfian Limardi kepada media mengatakan bahwa dalam sejarah, Reses DPRD kali ini memang pertamakali diadakan menggunakan sistem online.
Sistem daring, menurut Alfian banyak warga yang mengalami kesulitan terutama terkait sinyal maupun kurangnya wawasan teknologi pada masyarakat.
" Selama masa reses, keluhan yang banyak adalah terkait Bansos. Masih banyak warga yang seharusnya dapat, namun tidak dapat bantua sama sekali," ujarnya. Rabu (01/07/20)
Disitu Ia menjelaskan bahwa Pemerintah baik Pusat, Provinsi maupun Kota sudah banyak memberikan bantuan. Memang banyak data yang belum relevan. " Kedepan, saya minta para RT/RW untuk memberikan data yang relevan, bukan karena faktor Like n Dislike, atau faktor kerabat dan teman dekat. Dilapangan masih ada praktek-praktek seperti itu," pintanya.
Selain bansos, keluhan tentang pendaftaran sekolah sistem Zonasi juga banyak diterimanya. " Karena ini ranahnya komisi D (Bidang Sosial, Pendidikan dan Kesehatan), maka saya segera koordinasikan kepada bro Tjutjuk," ungkap anggota Komisi B ini.
Ada yang menarik, di satu reses ada seorang warga yang bertanya, ' Corona atau Covid itu berbahayakah'. Pertanyaan ini menurut Alfian bisa berarti sosialisasi Pemerintah terkait bahaya virus Covid ini belum baik atau kurang. " Kemudian saya menjelaskan tentang bahaya Covid, dan saya minta masyarakat untuk peduli," katanya.
Ia mengungkapkan pada kondisi seperti ini diperlukan solidaritas yang tinggi untuk salin menjaga. Maka dari itu Ia berpesan, dalam menerima suatu berita, masyarakat diharapkan dapat menyaring terlebih dahulu sebelum meneruskannya. " Bukan cuma begitu dapat berita langsung di share, namun harus disaring terlebih dahulu. Apakah ini penting, apakah ini bener. Sharing after Saring..," ujar anggota Dewan dari dapil 1 Surabaya ini.
Terkait ekonomi, Alfian menjelaskan semua pengusaha mengalami krisis. Baik pengusaha mikro, menengah, kecil ataupun yang besar. Dari kondisi ini, Alfian berharap semua pihak dapat saling menjaga dan bekerjasama untuk melewati badai ini. " Saya percaya, Bersama Kita Bisa," tegasnya.
Memasuki masa New Normal, Perwali sudah ditetapkan namun sesuai pengamatan di lapangan, belum ada sosialisasi yang baik kepada masyarakat secara luas.
Menanggapi hal ini, Alfian mengharapkan, sosialisasi jangan hanya kepada tokoh-tokoh agama saja, melainkan juga melibatkan berbagai pihak dan fasilitas yang ada, misalnya media, videotron, maupun melalui pamflet di warkop-warkop. " Karena Warkop saat ini menjadi berkumpulnya orang. Daripada warkop disuruh tutup, mending diajak kerjasama untuk bersosialisasi. Bisa melalui MEME atau yang lain."
Diakhir, Alfian mengharapkan kedepan dalam segala penyusunan Perwali ataupun peratuaran yang lain dapat melibatkan pihak DPRD agar tidak tejadi kesalahpahaman dalam penerjemahannya sehingga tidak terjadi kegaduhan. (BNW)