Jumat, 17 Juli 2026

Bulan Bung Karno. PDIP Surabaya Gandeng FKUB Lakukan Doa Lintas Agama

Photo Author
Admin 1, Nawacita Post
- Minggu, 21 Juni 2020 | 03:33 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Bulan Juni adalah bulan bersejarah untuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di seluruh Nusantara. Mengapa demikian ? Karena dibulan inilah lahir Sang Proklamator kemerdekaan bangsa Indonesia H. Ir. Soekarno dan diperingati oleh kader PDIP sebagai bulan Bung Karno dengan menggelar berbagai kegiatan. Begitu pula yang dilakukan kader PDIP di DPC kota Surabaya.


Di bulan Soekarno tahun ini, meski sedang dalam suasana Pandemi Covid, jajaran pengurus DPC PDIP Surabaya melakukan berbagai kegiatan seperti berbagi sembako di tempat-tempat bersejarah yang berhubungan dengan bung Karno juga mengadakan bergai lomba.


Tak hanya itu, kemarin (Sabtu, 20/6/20) di kantor DPC PDIP Surabaya Jalan Setail, diadakan istiqosah dan doa bersama lintas agama. Selain dihadiri puluhan kader dan beberapa anggota DPRD dari PDIP, acara tersebut dihadiri perwakilan dari beberapa tokoh agama dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Surabaya diantaranya Dr. H. Muhammad Yazid (Ketua FKUB Kota Surabaya sekaligus perwakilan dari agama Islam), Pdt. Indro Sujarwo (Perwakilan dari agama Kristen), Romo Illidius Yosef Sumarno (Perwakilan dari agama Katholik), Wayan Suratwa (Perwakilan dari Persada Hindu Dharma Indonesia), Romo Sarijan Atferianto (Perwakilan dari Pemuka agama Budha) serta Pendeta Lim Tiong yang (Pemuka agama Khonghucu)


Pada kesempatan yang indah itu, Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono membuka giat tersebut mengatakan bahwa kegiatan ini adalah satu rangkaian dari peringatan bulan Bung Karno yang dilakukan sejak tanggal 1 Juni 2020.


Adi juga menjelaskan bahwa giat ini adalah dalam rangka mengenang wafatnya Sang Proklamator, Bapak Bangsa sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia Bung Karno yang bernama lengkap Ir. Soekarno yang lahir di Surabaya, wafat di Jakarta, dan dimakamkan di Blitar.


Lanjutnya, dalam rangkaian acara ini, juga diadakan pembacaan doa tahlil dan istiqotsah untuk Bung Karno dan mantan ketua MPR Alm. Taufik Kiemas penginisiasi sekaligus pendiri salah satu Organ sayap PDIP yakni Baitul Muslimin Indonesia untuk menunjukkan patak (tanda) keislaman di PDIP dan meninggal pada 8 Juni 2013.


Rangkaian doa juga ditujukan untuk para Pahlawan bangsa dan Pahlawan PDIP yang telah gugur, juga mendoakan masyarakat Surabaya dan Indonesia supaya dapat melewati masa Pandemi Covid-19 ini dengan baik dan selamat.


" Ini adalah masa yang sulit, seluruh Iktiyar kita lakukan termasuk melakukan doa bersama yang mengiringi kerja fisik kita selama ini," katanya.


Adi Sutarwijono yang juga ketua DPRD Surabaya ini juga menjelaskan bahwa sejak 18 Maret 2020 sampai saat ini, seluruh kader PDIP sampai dipelosok kampung tidak ada hentinya melakukan karya aksi-aksi sosial untuk membantu penderitaan masyarakat dan Pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Virus Covid-19.


Didaulat memberikan sambutan, Dr.H. Muhammad Yazid Ketua FKUB Kota Surabaya mengucap syukur karena masih dapat berkumpul untuk melakukan doa bersama yang digagas oleh DPC PDIP Kota Surabaya.


Dalam hal ini Ketua FKUB berharap agar Surabaya selalu diberikan kedamaian, kerukunan dan kesejahteraan oleh Tuhan YME. Menurutnya, Surabaya yang luar biasa ini baik dari aspek pembangunan fisik, keindahan dan kebersihan, termasuk kemajuan perekonomian tidak ada manfaatnya apabila tidak ada wujud kedamaian dan kerukunan yang membumi.


Ia berharap keinginan dan maksut dari doa bersama ini menjadi perekat atau air penyejuk bagi semua dalam menghadapi Pandemi Covid.


" Mari kita tetap menjaga kerukunan, kedamaian dan kebersamaan dalam kerangka ujian Covid supaya kita semua diberi keslamatan, kesehatan, ketabahan dan kesabaran untuk menjalani aktifitas di masa Pandemi Covid ini. Dan semoga acara seperti ini sering dilakukan dengan istiqomah," pungkasnya. (BNW)

Editor: Admin 1

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini