Foto : Menteri Perhubungan, Ir. Budi Karya Sumadi
Dia dikenal sebagai salah satu menteri yang paling dekat dengan presiden Joko Widodo. Selalu menjadi pilihan sejak Presiden Jokowi masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Pada saat Jokowi dilantik menjadi Presiden tahun 2014, nama Budi Karya sempat beredar disebut -sebut sebagai Calon Menteri Perumahan Rakyat/Menteri Pekerjaan Umum. Terbilang sering berhasil dalam mewujudkan proyek - proyek Jokowi di Ibukota. Terlebih juga dalam menangani mudik lebaran pada tahun 2018 dan tahun 2019.
-
Sisi lain Budi memang dikenal sebagai profesional yang bertangan dingin dalam memimpin sebuah perusahaan. Kiprahnya mulai mentereng sejak memimpin Badan usaha Milik Daerah (BUMD) di Ibukota. Yakni PT Pembangunan Jaya Ancol dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) tahun 2004 - 2013. Sejumlah mega proyek di Ibukota berhasil diselesaikan. Diantaranya revitalisasi taman kota Waduk Pluit dan Waduk Ria-Rio. Kemudian, ada pula penyelesaian rumah susun sederhana sewa di Marunda.
BACA JUGA: LockVid 2020, Gerbang Pelindungan Ciptaan Anak Negeri
-
Prestasi lain adalah berhasil mengubah kawasan Bintaro menjadi salah satu daerah penyangga Ibukota DKI Jakarta. Atas keberhasilannya, dia dipercaya memimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Yaitu PT Angkasa Pura II. Saat memimpin Angkasa Pura II. Proyek menonjol yang ditanganinya yaitu pembangunan Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang Banten. Diselesaikan dan diresmikan saat sudah menjabat Menteri Perhubungan.
-
Sang ayah, seorang pejuang di Sumatera Selatan. Bernama Abdul Somad Sumadi. Hanya bekerja di Kanwil Deppen Sumsel tahun 1962. Setelah sebelumnya pernah bekerja sebagai guru dan utusan pemerintahan Bung Karno. Sedangkan sang ibu, Kusmiati bekerja sebagai guru TK. Yang mana kemudian menjadi anggota DPRD Sumsel tahun 1956-1959. Sang ibu juga pernah menjadi pimpinan Redaksi Obor Rakyat yang terbit tahun 1962.
-
Budi menghabiskan masa kecil di kota kelahirannya. Budi Karya mengenyam pendidikan di SD Muhammadiyah Bukit Kecil. Lalu, melanjutkan ke SMPN 1 Talang Semut Lama dan SMA Xaverius I. Setelah itu, dia pun hijrah ke tanah Jawa. Tepatnya, Yogyakarta untuk kuliah Arsitektur di Universitas Gadjah Mada. Yang mengagumkan, waktu usianya menginjak 10 tahun. Dia sempat membantu usaha orang tuanya berjualan sabun, lilin, makanan kering, selai pisang dan lainnya. Barang jualan didatangkan dari luar daerah. Budi kecil menjual barang dagangan dengan dua metode. Yaitu menitipkan di warung dan menjajakan sendiri ke calon pembeli. (Ayu Yulia Yang)
BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?