Kamis, 4 Juni 2026

Sosok Menteri Bertangan Dingin, Pernah Bantu Orang Tua Berjualan

Photo Author
Ayu Yulia Yang, Nawacita Post
- Jumat, 15 Mei 2020 | 14:35 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Para Menteri dalam Kabinet Indonesia Maju, mempunyai cerita menarik tersendiri. Seperti Menteri Perhubungan. Sosoknya dikenal sebagai seorang yang bertangan dingin. Bernama Ir. Budi Karya Sumadi. Sering dipanggil Budi. Terlahir sebagai putra berdarah Palembang, Sumatera Selatan pada 18 Desember 1956. Dilantik sebagai Menteri Perhubungan Republik Indonesia (RI) pada Kabinet Indonesia Maju pada 2019 – 2024. Sebelumnya menjabat posisi yang sama pada Kabinet Kerja sejak 27 Juli 2016 menggantikan Ignasius Jonan.

Foto : Menteri Perhubungan, Ir. Budi Karya Sumadi

Dia dikenal sebagai salah satu menteri yang paling dekat dengan presiden Joko Widodo. Selalu menjadi pilihan sejak Presiden Jokowi masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Pada saat Jokowi dilantik menjadi Presiden tahun 2014, nama Budi Karya sempat beredar disebut -sebut sebagai Calon Menteri Perumahan Rakyat/Menteri Pekerjaan Umum. Terbilang sering berhasil dalam mewujudkan proyek - proyek Jokowi di Ibukota. Terlebih juga dalam menangani mudik lebaran pada tahun 2018 dan tahun 2019.

-
Foto : Menteri Perhubungan, Ir. Budi Karya Sumadi

Sisi lain Budi memang dikenal sebagai profesional yang bertangan dingin dalam memimpin sebuah perusahaan. Kiprahnya mulai mentereng sejak memimpin Badan usaha Milik Daerah (BUMD) di Ibukota. Yakni PT Pembangunan Jaya Ancol dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) tahun 2004 - 2013. Sejumlah mega proyek di Ibukota berhasil diselesaikan. Diantaranya revitalisasi taman kota Waduk Pluit dan Waduk Ria-Rio. Kemudian, ada pula penyelesaian rumah susun sederhana sewa di Marunda.

BACA JUGA: LockVid 2020, Gerbang Pelindungan Ciptaan Anak Negeri

-
Foto : Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dan H.E. Duta Besar Xiao Qian

Prestasi lain adalah berhasil mengubah kawasan Bintaro menjadi salah satu daerah penyangga Ibukota DKI Jakarta. Atas keberhasilannya, dia dipercaya memimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Yaitu PT Angkasa Pura II. Saat memimpin Angkasa Pura II. Proyek menonjol yang ditanganinya yaitu pembangunan Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang Banten. Diselesaikan dan diresmikan saat sudah menjabat Menteri Perhubungan.

-
Foto : Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dan Menteri Infrastruktur dan Pengelolaan Air Belanda, Cora van Nieuwenhuizen

Sang ayah, seorang pejuang di Sumatera Selatan. Bernama Abdul Somad Sumadi. Hanya bekerja di Kanwil Deppen Sumsel tahun 1962. Setelah sebelumnya pernah bekerja sebagai guru dan utusan pemerintahan Bung Karno. Sedangkan sang ibu, Kusmiati bekerja sebagai guru TK. Yang mana kemudian menjadi anggota DPRD Sumsel tahun 1956-1959. Sang ibu juga pernah menjadi pimpinan Redaksi Obor Rakyat yang terbit tahun 1962.

-
Foto : Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dan Presiden Joko Widodo

Budi menghabiskan masa kecil di kota kelahirannya. Budi Karya mengenyam pendidikan di SD Muhammadiyah Bukit Kecil. Lalu, melanjutkan ke SMPN 1 Talang Semut Lama dan SMA Xaverius I. Setelah itu, dia pun hijrah ke tanah Jawa. Tepatnya, Yogyakarta untuk kuliah Arsitektur di Universitas Gadjah Mada. Yang mengagumkan, waktu usianya menginjak 10 tahun. Dia sempat membantu usaha orang tuanya berjualan sabun, lilin, makanan kering, selai pisang dan lainnya. Barang  jualan didatangkan dari luar daerah. Budi kecil menjual barang dagangan dengan dua metode. Yaitu menitipkan di warung dan menjajakan sendiri ke calon pembeli. (Ayu Yulia Yang)

BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?

Editor: Ayu Yulia Yang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini