BACA JUGA: Dibalik Suksesnya Pria, Ada Wanita Hebat Bersamanya
Pada umur 7 tahun, seperti anak-anak lain, Megawati masuk sekolah dasar. Sekolah Dasar hingga SMA diselesaikan di Perguruan Cikini, Jakarta. Pada usia 18 tahun, dia lulus SMA. Setelah lulus SMA, Megawati kuliah di Fakultas Pertanian Unpad, Bandung. Disini tidak bertahan lama, sekitar setahun. Yakni antara tahun 1965-1967. Memang karena situasi politik nasional sedang memanas. Pada tahun 1967 adalah masa terakhir kepresidenan sang ayah. Tiga tahun tidak aktif kuliah, bukan berarti dia berdiam diri. Dia tetap aktif di organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).
Foto : Megawati Soekarnoputri semasa kecil
Setelah kondisi politik agak normal, Mega kembali masuk kuliah di Fakultas Psikologi UI. Tapi tidak sampai tuntas terselesaikan. Tahun ini adalah tahun duka keluarga besar Soekarno. Yaitu pada tahun 1970. Sang ayah meninggal dunia. Saat itu Mega berusia 23 tahun. Namun, kesedihannya coba dihapuskan dalam hatinya.
BACA JUGA: Putra Nias, Melenggang dari Guru Besar Jadi Pendamping Menteri
Terbiasa dipanggil Megawati. Memang bisa dibilang sebagai titisan sang ayah. Yang tak lain adalah Soekarno. Mengawalinya dengan aktif di GMNI. Menindaklanjuti perjuangan, dia terjun ke partai politik. Pada usia 39 tahun, dia menjadi pengurus Partai Demokirasi Indonesia (PDI) Jakarta Pusat tahun 1986. Setahun kemudian, dia menjadi anggota DPR RI (1987-1992).
-
Karir politiknya semakin kuat. Setelah setahun kemudian dalam kongres PDI, 22 Desember 1993, dia terpilih menjadi Ketua Umum PDI (1993-1998). Semasa kepemimpinannya, banyak penekanan dari penguasa Presiden Soeharto. PDI terbecah belah dengan kepemimpinan Mega dan Soerjadi. Puncaknya bentrok fisik perubatan kantor PDI di Jalan Diponegoro. Berujung peristiwa 27 Juli 1996 kelabu yang memicu kerusuhan di Jakarta.
BACA JUGA: Dibalik Gang Sempit, Jokowi Punya Cerita
Sehubungan ada kedua pimpinan PDI, PDI kelompok Mega melakukan kongres PDI. Sekaligus mengganti nama PDI menjadi PDI Perjuangan, pada tahun 1998. Lalu menjadi Ketua Umum PDIP (1998-2000). Sejak itu, Mega menjadi ketua umum PDIP. Berturut-turut untuk periode 2000-2005, 2005-2010, 2010-2015, dan 2015-2020.
-
Kiprah politik Megawati banyak dipengaruhi semangat perjuangan sang ayah. Yang mana memang dahulu sebagai presiden RI pertama. Slogan "merdeka" selalu dibenamkan dihatinya. Megawati pun menjalani kehidupannya dengan penuh perjuangan. Terutama dalam mencapai kata merdeka yang sesungguhnya. Dia pun terpilih sebagai presiden RI melalui PDI Perjuangan.
BACA JUGA: Bukan Saatnya Lagi, Takut dan Khawatir akan Rampok?
Tak hanya itu, Megawati juga berhasil mengantarkan kader - kadernya sukses berpolitik. Ada yang menjadi bupati, walikota, gubernur dan bahkan hingga presiden. Terakhir, dia memang berhasil mengantarkan kadernya Joko Widodo untuk menjadi presiden.
-
Semua dilakukan dengan perjuangan, kerja keras, dan gotong royong. Hal yang selalu diingatkan oleh Megawati. Megawati sudah memegang nilai-nilai dari ajaran ayahnya. Dialah anak yang mengikuti penuh, jejak sang ayah. (Ayu Yulia Yang)