Kamis, 4 Juni 2026

Ditengah Rasionalisasi Anggaran, Bupati H.M.Harris Tetap Semangat Melanjutkan 7Program Strategisnya Melalui Kebijakan Skala Prioritas

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Senin, 4 Mei 2020 | 08:24 WIB
PELALAWAN, NAWACITAPOST- Walaupun dimasing-masing daerah Kabupaten dan kota di Provinsi Riau, sedang menghadapi situasi Pandemi Covid-19. Dan hal itu, tidak menjadi persoalan bagi Bupati H.M.Harris melanjutkan 7 program Strategisnya.

Pelaksanaan berbagai program pembangunan di tengah gejolak pandemi Covid-19 ini, tidak menjadi hambat semangat Pemerintah daerah dalam melanjutkan kebijakan-kebijakan pembangunan diwilayah itu.

Tahun Anggaran 2020 ini. Pemerintah pusat adanya kebijakan Rasionalisasi Dana Bagi Hasil (DBH) daerah sebesar Rp. 200 M. Namun program pembangunan di daerah Kabupaten Pelalawan akan dilanjutkan dalam skala prioritas kemampuan anggaran.

Demikian hal Rasionalisasi anggaran ini disampaikan Bupati Pelalawan, H.M.Harris dalam konfirmasi media ini beberapa waktu lalu di ruang kerjanya.

Ia menambahkan, selain kebijakan pemerintah pusat untuk rasionalisasi anggaran sebesar Rp. 200 M dan juga Pemerintah daerah membuat kebijakan pergeseran anggaran dan pemangkasan Dana-dana program pembangunan yang dianggap tidak terlalu penting untuk digunakan dalam keperluan penanganan penanggulangan Covid-19.

Baca Juga : Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung Sampaikan Data Terbaru

Menurut Harris, anggaran yang akan disediakan untuk penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Pelalawan, sebesar Rp. 63 Miliar. Sementara, hasil dari pergeseran anggaran tahap pertama dari 2 SKPD yakni anggaran dari Diskes dan RSUD Selasih, sebesar Rp. 6,9 Miliar.

"Dana ini, sebagai dana talangan tahap pertama dari hasil pergeseran anggaran yang dipangkas dari program Diskes dan anggaran program RSUD Selasih yang dinilai tidak terlalu penting," kata Harris.

Diterangkannya, mencukupi angka sebesar Rp. 63 Miliar itu. Bupati Harris mengaku tidak mudah. Tapi, untuk mencukupi angka sebesar Rp. 63 Miliar tersebut. Pihaknya bersama TAPD Kabupaten Pelalawan mengambil kebijakan dengan melakukan pemangkasan anggaran terhadap program-program yang dinilai tidak terlalu penting dibanding penanganan Covid-19 ini," jelas Harris.

Adapun bentuk dana anggaran program yang dipangkas dalam mencukupi angka sebesar Rp. 63 Miliar ini adalah anggaran pertemuan, biaya rapat-rapat, perjalanan dinas (SPPD), anggaran untuk pelaksanaan Pelalawan Expo, anggaran penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur an (MTQ) dan termasuk pemotongan dana Desa sebesar Rp. 10-30% di setiap Desa.

Kepada Bupati Harris, disinggung pengaruh pemangkasan anggaran biaya program masing-masing OPD yang menjadi pengaruh dalam pelaksanaan program strategis Pembangunan daerah kabupaten pelalawan.

"Iya benar, pemangkasan anggaran program di masing-masing OPD ini, tentunya sangat berpengaruh dalam realisasi program andalan pemerintah daerah kabupaten pelalawan. Tapi, upaya kita membawa perubahan kemajuan pembangunan daerah, harus dengan kebijakan skala priorotas sesuai kemampuan Anggaran APBD yang ada," terangnya.

Menurut Harris, 7 program strategis yang menjadi andalan Pemkab Pelalawan dan bila anggaran di OPD terpangkas dan tetap diupayakan dalam kebijakan skala prioritas sesuai visi misi pemerintah dalam membawa perubahan pembangunan daerah menuju Pelalawan Emas.

"Melanjutkan realisasi pelaksanaan 7 program sitrategis ini, tentu ada skala prioritas yang harus dilaksanakan. Kendatipun kita sedang di tengah situasi pandemi Covid-19," ujarnya, seraya menjelaskan item-item 7 program sitrategis Pemkab yang telah sudah dirasakan oleh masyarakat pelalawan.

1.Program Pelalawan Sehat (PPS).
2.Program Pelalawan Cerdas (PPC)
3.Program Pelalawan Terang (PPT).
4.Program Pelalawan Lancar (PPL).
5.Program Percepatan Pembangunan Insfrastruktur Desa (PPID).
6.Program Pelalawan Makmur (Peningkatan Ketahanan Pangan dan Perkebunan).
7.Pelalawan Eksotik Pengembangan Obyek Wisata Bono dan, Pelalawan Inovatif (Pembangunan Kawasan Teknopolitan Pelalawan).

Satu (1) diantara tujuh (7) Program Strategis yang telah direalisasikan sejak tahun 2010 silam oleh Bupati H.Muhammad Harris dan kini program tersebut sudah mulai menunjukkan tujuan guna manfaatnya tengah-tengah masyarakat dalam menghadapi virus Covid-19 di kabupaten pelalawan.

Bupati H.M.Harris menjelaskan bahwa Program Pelalawan Sehatnya dimulai sejak tahun 2010 sebagai upaya menciptakan pola hidup sehat di yang dimulai dari sehat lingkungan dan kemudian mewujudkan sehat individual penduduk untuk memperkuat prakarsa masyarakat dan menghidupkan kembali budaya gotong royong dalam membersihkan lingkungan pemukiman.

Program ini sangat bermanfaat dalam pencegahan penyebaran virus dan terlebih guna manfaatnya ditengah covid-19 yang mana program pelalawan sehat ini selaras dengan penerapan Social Distancing (Pembatasan Sosial) sebagai anjuran dan himbauan menghindari ancaman virus corona yang mematikan itu.

Dikatakannya, menghadapi virus Covid-19 saat ini dan sebagian besar anjuran yang diterapkan pemerintah merujuk pada pola hidup yang sehat seperti penerapan Program Pelalawan Sehat. Anjuran pemerintah ini jauh ssbelum kita terapkan melalui program pelalawan sehat.

Sudah jauh ssbelumnya kita terapkan kepada masyarakat tentang pola hidup sehat ini, "Pada sisi kesehatan individual, Pemdakab Pelalawan terus meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan kesehatan serta memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin karena memberikan dampak positif tentang pentingnya menjaga lingkungan sehat dan menciptakan pola hidup sehat," tutup Harris. (Yul/ADV)

 

 

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini