Surabaya NAWACITAPOST - Jumlah kasus pasien Covid-19 di Surabaya meningkat tajam, sampai kemarin angkanya sudah menembus 180 orang positif. Menurut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Eddy Christijanto, Pemkot Surabaya akan segera mengevaluasi kondisi ini.
Ditemui usai rapat koordinasi anggaranbersama Dewan kota Surabaya, Senin (13/4/2020), Eddy Christijanto mengatakan pihaknya telah melakukan beberapa hal dalam kaitan pencegahan penanganan Covid-19 di Surabaya. Diantaranya upaya preventif seperti penyemprotan disinfektan yang dilakukan oleh PMK, Satpol PP, Linmas dan perangkat wilayah setempat. Sampai saat ini sudah mencapai 26.000 titik di Kota Surabaya.
Untuk pembagian masker, Pemkot sudah membagikan ke sebagian wilayah karena sampai hari ini masih bisa produksi kurang lebih 32 ribu masker kain. Dan sebanyak 650 wastafel saat ini telah dibangun pemkot di setiap sekolah, masjid dll sebagai upaya edukasi kepada masyarakat.
Bilik sterilisasi, meskipun saat ini menjadi perdebatan, menurut Eddy yang dilakukan ini hanyalah untuk mencegah virus.
" Yang dilakukan Pemkot semua tidak ada yang sia-sia, semuanya dalam rangka untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Surabaya," ujarnya.
Tindakan represif lain yang dilakukan Pemkot adalah bekerjasama dengan pihak Kepolisian untuk membubarkan kumpulan-kumpulan masyarakat yang terlalu banyak dan tidak menjaga jaraknya.
" Setiap hari, setiap sore, setiap malam, walaupun tempatnya berbeda-beda," tegas Eddy.
Dari dinas kesehatanpun saat ini berusaha memutus rantai penyebaran Covid-19 melalui pengawasan isolasi mandiri di rumah untuk orang-orang yang masih ODP maupun sudah PDP.
Tak hanya itu, sampai dengan saat ini Pemkot masih membuka posko di batas kota dengan maksut mensterilisasi orang dan kendaraan yang masuk ke Surabaya.
" Untuk Rasionalisasi anggaran, saya menyerahkan kepada tim anggaran untuk menjelaskannya. Yang pasti kami dari Pemkot Surabaya bertekat untuk bisa mencecah Pandemi ini menyebar di Surabaya," paparnya
Terkait dapur umum, Eddy menjelaskan bahwa anggaran yang dipakai adalah dari hasil dari rasionalisasi anggaran dinas-dinas. Seperti air galon dan elpiji adalah dari rasionalisasi anggaran BPB LINMAS. Namun untuk bahannya seperti telur, jahe, empon dll adalah anggaran dari Surabaya Peduli Bencana yang dikelola oleh bagian kesra.
Eddy mewakili Pemkot Surabaya menghimbau masyarakat untuk melaksanakan protokol Pemerintah. Jaga jarak, tinggal dirumah, ndak usah keluar apabila kurang perlu.
" Itu aja, ndak ada yang lain. Kalau masyarakat bisa disiplin, kita yakin dapat secepatnya Pandemi ini bisa kita cegah. Karena Garda terdepan untuk mencegah Pandemi ini adalah masyarakat dan diri kita sendiri," pungkas Eddy. (BNW)