Kamis, 4 Juni 2026

Plt Walikota Blitar Salurkan Sembako bagi Pedagang dan Tukang Becak.

Photo Author
Martin, Nawacita Post
- Kamis, 2 April 2020 | 17:45 WIB
Blitar, Nawacitapost- - Pasca penutupan sejumlah lokasi wisata yang ada di Kota Blitar, pedagang dan tukang becak mulai mengeluh. Hal ini membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar bereaksi dengan memberikan kompensasi berupa bantuan sembako .

“Iya, bantuan sembako ini memang diberikan kepada mereka yang terdampak kebijakan Pemkot Blitar. Banyak tempat wisata yang ditutup demi kebaikan bersama. Di sini kami tidak serta merta menutup, tetapi juga mencari solusi agar pekerja sektor informal bisa terbantu. Salah satunya pemberian sembako ini”, jelas Plt. Wali Kota Blitar, Santoso.Rabu (01/03/2020)

Santoso mengatakan, pemberian sembako yang dipusatkan di halaman Kantor Wali Kota Blitar ini diinisiatif dari Forum Corporate Social Responbility (CSR) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Blitar.

Sementara penerima sembako itu di antaranya tukang becak sebanyak 239 orang, pedagang di Kebonrojo 67 orang, pedagang di Alun-Alun Kota Blitar 69 orang. Adapun bantuan tersebut yakni beras 5 kilogram, gula 2 kilogram, minyak goreng 2 liter, mie instan, kecap dan sabun.

Baca Juga : Berjumlah 38 kasus Positif Virus Corona di Kota Tangerang Selatan


“Akan tetapi jangan lihat jumlahnya, tetapi bentuk perhatian kita kepada masyarakat akibat kebijakan yang kita keluarkan. Untuk itu, kami mengerti apa yang dirasakan. Mudah-mudahan kondisi seperti ini lekas normal kembali”, tambahnya.

Turut hadir dalam penyerahan bantuan itu Sekretaris Daerah Rudy Wijonarko dan Asisten. Guna menghindari kerumunan dan patuh terhadap aturan pemerintah pusat, penyerahan sembako hanya dilakukan secara simbolis sembilan koordinator tukang becak dan pedagang.

“Teknisnya sudah dipikirkan. Intinya, yang penting bantuan sampai pada penerima. Karena tidak boleh berkerumun” kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar ini.

Pada kesempatan itu, Santoso kembali mengingatkan kepada warga Kota Blitar untuk bersama-sama perangi corona. Yang paling mudah yakni dengan cukup berdiam di rumah. Jangan sampai keluar rumah kalau tidak ada kepentingan yang mendesak.

“Demi kebaikan bersama. Kami terus memikirkan soal formula khusus agar warga yang terdampak bisa tetap terpenuhi kebutuhannya. Mudah-mudahan bisa. Corona enyah dari Kota Blitar, warga tetap sejahtera dan terjamin kebutuhannya”, pungkas Santoso.(fm )

Editor: Martin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini