Menurutnya, hingga akhir November 2019, terpantau uang yang hanya mengendap di rekening daerah mencapai Rp186 triliun. Di mana pada bulan-bulan sebelumnya, mencapai Rp220 triliun.
"Jadi, pada bulan-bulan sebelumnya uang mengendap di rekening sampai Rp220 triliun. Padahal Rupiah yang bisa dibelanjakan, itu bisa tingkatkan kualitas daerah tersebut," ujar Sri Mulyani saat menggelar rapat kerja dengan Komite IV DPD RI di Gedung DPD Jakarta, Selasa (14/1/2020).
Baca Juga : Anies digugat 243 Warga Jakarta Karena Tidak Becus Urusin Banjir
Dia menyebutkan daerah-daerah yang menumpuk dana itu, mayoritas berada di daerah-daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam.
"Jadi dalam satu sisi kami transfer rajin sampai sana pindah akun bank saja, enggak terpakai. Ini jadi pemikiran kita," ungkap dia.