Jumat, 19 Juni 2026

Sebut Waktunya Tinggal 85 Hari, Menteri Susi: Makin Kenceng Saya

Photo Author
Tim Redaksi, Nawacita Post
- Rabu, 3 Juli 2019 | 15:39 WIB
Jakarta, NAWACITA- Menteri Perikanan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan masih banyak pekerjaan rumah di Indonesia dalam bidang kelautan dan perikanan. Menurut dia, KKP dan terpilih menjadi menteri dengan tujuan untuk bidang itu. 

"Saya jadi menteri, ya untuk suatu tujuan. Makanya saya dilihat 5 tahun - 4,5 tahun, saya sekarang tinggal 85 hari jika tidak ada perombakan. Jadi apa saja yang bisa saya kerjakan untuk mencapai yang terbaik yang saya bisa, saya akan lakukan. Makin mepet , makin kenceng saya, "kata Susi Pudjiastuti di kantornya, Sesuai dikutip Tempo di Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019.

Susi pun mengumumkan bahwa dirinya akan total dalam mengerjakan hingga akhir jabatannya. "Pada akhir hari ya saya sudah menyediakan itu Indonesia dengan tiga pilar kedaulatan (kedaulatan), keberlanjutan (keberlanjutan), dan kemakmuran (kemakmuran)." 

Menurut Susi, kemakmuran sebenarnya hasil dari dua itu, jika dikerjakan dengan baik. Ia lalu menyayangkan pola pikir orang Indonesia yang banyak yang belum pernah melihat laut. "Sementara laut yang menyatukan semua negara, laut ini pula yang menyatukan Indonesia. Laut yang akan menghidupi kita. Tapi pola pikir kita belum ke sana, pendidikan, arahan."

Susi Pudiastuti disetujui, ada kesengajaan yang ditanamkan di kepala masyarakat, dipindahkan lupa pada laut. Oleh karena itu, KKP harus menjadi sektor unggulan yang diarahkan dan meneriakkan pentingnya laut bagi Indonesia.

Dia mengatakan ikan merupakan sumber protein yang termurah, laut itu sumber kekayaan yang terbarukan, yang bisa terus menerus ada dan banyak, kalau terus dijaga. Konservasi atau konservasi laut Indonesia merupakan konservasi untuk memperkaya dan meningkatkan produktifitas.

"Industri kita harus diarahkan untuk penyulingan bukan ekstraksi. Jika ekstraksi diambil hanya terus, sekarang ini masih menuju pula ke saja. Semua bikin kapal besar, cold storage di tengah laut," kata Susi.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi menetapkan Joko Widodo atau Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019 - 2024. Pelantikan dan kabinet baru akan diumumkan pada Oktober 2019.

Jokowi telah memberi bocoran ihwal sosok calon menteri di kabinet barunya mendatang andai ditetapkan sebagai presiden terpilih dalam pemilihan presiden 2019. Ia memberi sinyal bahwa ke depan, dirinya akan memilih sosok pembantu yang bisa memimpin dengan karakter kuat dan memiliki keberanian dalam mengeksekusi setiap keputusan yang sulit.

"Kedua, saya membutuhkan orang yang memiliki kemampuan manajerial yang kuat dan baik," ujar Jokowi dalam acara Halal Bihalal bersama aktivis '98 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta pada Ahad, 16 Juni 2019. (ANT)

Editor: Tim Redaksi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini